Dikbud NTB Arahkan Kepsek Ikut Nonton Balap Motor MXGP Samota

H Aidy Furqan (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala sekolah jenjang SMA/SMK se-NTB dan pendamping yang mengikuti rapat kerja (Raker) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sumbawa, diimbau menonton balap Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, Sumbawa. Rapat berlangsung tanggal 25 Juni 2022 di SMKN 1 Sumbawa. Karena itu para kepala sekolah dan pendamping diimbau menonton balapan MXGP Samota.

Kepala Dinas Dikbud NTB Aidy Furqan mengatakan, tidak ada paksaan bagi para kepala sekolan untuk menonton event MXGP, tapi hanya sebatas imbauan. Jadi selesai rapat PPDB, kepala sekolah ini bisa langsung pulang, tapi bagi yang ingin menonton MXGP Samota dipersilakan.

“Kepala sekolah peserta rapat kerja diarahkan untuk bisa ikut menonton MXGP Samota,” kata Aidy Furqan, kemarin.

Dikatakannya, Dikbud NTB bersama kepala sekolah se NTB melaksanakan rapat kerja dengan tiga agenda penting di Sumbawa. Diantaranya finalisasi untuk pengaturan zonasi maupun kompetensi keahlian, kebijakan pengelolaan ekstrakurikuler bagi peserta didik untuk penguatan karakter siswa, selanjutnya persiapan tahun ajaran baru.

BACA JUGA :  Demokrat Kritik Dukungan Gubernur di MXGP

Tiga agenda dalam rakor itu terkait finalisasi untuk pengaturan sistem penerimaan pada zona maupun kompetensi ditambah dengan kebijakan pengelolaan ekstrakurikuler bagi peserta didik untuk menguatkan instruksi Gubernur NTB maupun Wakil Gubernur untuk membangun pendidikan karakter di sekolah.

“Kita juga mempersiapkan tahun ajaran baru, sehingga dihadirkan wakasek urusan kurikulum. Dalam tahun ajaran baru ini sudah cukup banyak sekolah yang mengambil inisiatif untuk melaksanakan kurikulum merdeka,” katanya.

Selain itu, untuk K13 akan dicek setiap sekolah, sehingga bisa diputuskan dalam raker tersebut. Bukan hanya itu, pihaknya juga menindaklanjuti temua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan temuan audit Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diumumkan dalam paripurna DPRD NTB pekan lalu. Kontrol BOS berada di bawah Kabag Tata Usaha (TU) sekolah, makanya nanti dirilis sekolah-sekolah mana yang masih bermasalah.

BACA JUGA :  BKD NTB Bantah Ada Pengerahan ASN ke MXGP Samota

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dikbud NTB Lalu Muhammad Hidlir menambahkan kegiatan yang dilakukan oleh Pemprov NTB kemudian diimbau untuk menonton supaya sukses.

“Kalau mereka tidak mendengarkan imbaun tidak ada masalah,” katanya.

Sementara itu, salah seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya kepada media ini mengakui bahwa rapat PPDB digelar di Sumbawa Besar, tapi diakuinya ada arahan agar selesai rapat itu, para kepala sekolah bersama pendamping yang hadir mengikuti rapat diminta menonton MXGP Samota.

“Kepala sekolah diarahkan membeli tiket dengan harga variasi yang terdiri dari wakil kepala sekolah, serta Kabag TU. Persoalannya kita tidak ada anggaran untuk membeli tiket menonton MXGP Samota,” tutupnya. (adi)