Guru Pinggiran Mengeluh, Dikbud Lotim Upayakan Pembelian Perahu

Dikbud Lotim Upayakan Pembelian Perahu
NYEBERANG: Guru di wilayah pelosok Selatan Lombok Timur mengajar dengan mengendari perahu untuk tiba di lokasi. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami guru-guru yang berada di wilayah pinggiran. Pasalnya, selain kelangkaan air bersih, sering kali juga mengalami kesulitan akses jalan.

“Kalau sekarang masyarakat sana kelebihan air dan ini menjadi fenomena tahunan. Saat ini kita sedang berupaya untuk mencarikan jalan keluarnya melalui Bidang Sekolah Dasar untuk di belikan perahu sebagai alat transportasi,” kata Sekdis Dikbud Lotim, Jujuk Ferdianto, kepada Radar Lombok Rabu kemarin (17/1).

Dikatakannya, Dikbud sendiri sudah berupaya memenuhi kebutuhan guru-guru yang berada di pinggiran dengan membelikan sampan. Hanya saja, sejauh ini permintaan guru belum bisa dipenuhi akibat keterbatasan anggaran.

BACA JUGA :  Sekolah 5 Hari Belum Bisa Diterapkan

“Karena pada tahun ini banyak sekali keperluan dinas yang memakan uang banyak,” ungkapnya.

Dikatakan, anggaran dinas yang awalnya akan gunakan renovasi kantor saja dibatalkan. Anggaran itu diberikan ke tiga sekolah untuk anak wajib belajar di wilayah Pringgabaya, Sakra dan Pancor,” terangnya.

Disampaikannya, keluhan guru yang terjadi saat ini disebutnya sudah di alami sejak lama. Dimana pada saat dilakukan pendataan terhadap guru-guru terpencil. Dirinya sudah mengetahui kondisi guru-guru yang berada di pinggiran.

Menurutnya, saat ini wilayah yang paling buruk kondisi jalannya berada di dua tempat. Dimana jalan-jalan ini berada di wilayah selatan. Seperti jalan menuju wilayah Telone dan jalan yang menuju SDN 9 Pemongkong.

“Sejak saya lakukan pendataan saya sudah prediksi guru tidak akan bisa melewati darat, pasti melalui laut dan ini akan kita usahakan,” ujarnya.

Meski berada diwilayah terpencil sambungnya, pemerintah memberikan perhatian yang cukup kepada para guru. Mereka diberikan gaji yang lebih dari gaji para guru yang berada di perkotaan.

BACA JUGA :  Sekolah Swasta Minim Siswa Siap-Siap Ditutup

Sementara itu, Kepala Unit Dikpora Kecamatan Jerowaru  Lalu Mustafa Bakri mengatakan, keluhan sejumlah guru sudah disampaikan berapa kali untuk bisa diberikan bantuan sampan oleh pemerintah. Hanya saja hingga saat ini belum ada respon positif dari dinas.”

“Saya sudah bicara kemarin bersama koordinator pengawas. Katanya akan ada bantuan sampan, tapi hingga sekarang belum ada,” katanya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid