Dikbud Lobar Keluarkan Peringatan Soal PPDB

ILUSTRASI PPDB

GIRI MENANG—Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sudah berakhir. Namun demikian, antisipasi akan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan tetap dilakukan dengan memperingati jajaran Kepala Sekolah (Kepsek) menghindari persoalan hukum.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, M. Hendrayadi mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti jajarannya menghindari hal-hal yang bisa membawa ke masalah hukum. “Kami sudah kumpulkan semua kepala sekolah dan menekankan untuk menghindari pungutan apapun jenisnya. Selama saya di sini saya tidak ingin ada istilah pungutan,” tegasnya, Rabu (12/7).

Dia lantas menyebutkan, bahwa pihak sekolah tidak boleh menekan siswanya membeli seragam olahraga saat Masa Orientasi Siswa (MOS). Begitu juga dengan seragam putih biru dan pramuka.

“Untuk MOS, bisa pakai seragam olahraga dari SD masing-masing. Selanjutnya untuk seragam putih biru dan pramuka, biarkan siswa membeli sendiri, kecuali seragam olahraga sekolah dan seragam imtaq, itu memang harus,” jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai adanya sistem zonasi dalam PPDB itu, Hendrayadi mengiyakan. Menurut dia sistem zonasi merupakan regulasi dari kementerian yang suka tidak suka harus diikuti. Bahkan menurut dia, sistem zonasi bukan hal yang harus dikhawatirkan oleh sekolah-sekolah yang tergolong bukan sekolah favorit.

“Sistem zonasi itu justru membantu sekolah-sekolah yang kurang diminati. Setidaknya agar tidak ada ketimpangan,” jawabnya.

Tak berhenti sampai di situ, sistem zonasi pada dasarnya bisa disiasati dengan rombongan belajar (Rombel). “Kami berharap agar tidak terlalu banyak komplain, karena pada dasarnya semua sekolah itu baik. Tergantung siswa itu sendiri dan orangtua siswa yang mampu mengarahkan anaknya untuk bisa berprestasi,” ujarnya.

Terkait sekolah-sekolah favorit yang ada di Lobar, Hendrayadi mengatakan, semua sekolah di Lobar bisa dikatakan favorit. Hanya saja, ada beberapa sekolah yang memang memiliki nilai lebih seperti SMPN 1 Gerung, SMPN 4 Gerung, SMPN 1 Narmada dan SMPN 1 Lingsar. (zul)