Dihempas Ombak, Kamisun Belum Ditemukan

PENCARIAN: Petugas dibantu masyarakat saat melakukan pencarian di seputaran lokasi jatuhnya korban di Teluk Ujung Gunung Tunak Desa Mertak, Senin (6/2). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYAPetugas gabungan dari Basarnas dan pihak kepolisian dibantu masyarakat masih terus mencari Kamisun, 35 tahun, warga Dusun Gunung Timba Desa Denggen Timur Kecamatan Selong, Lombok Timur, korban tenggelam usai terhempas ombak saat mancing di Teluk Ujung Gunung Tunak Desa Mertak Kecamatan Pujut.

Namun, korban belum bisa ditemukan karena terkendala kondisi cuaca yang hujan yang disertai angin kencang. Di satu sisi, kondisi ombak yang kekras dit empat korban terjatuh membuat petugas juga kesulitan dalam melakukan pencarian.

Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Made Dimas Widyantara menyatakan, petugas masih terus mencari korban peristiwa kecelakaan laut di Teluk Ujung Gunung Tunak Desa Mertak. Di satu sisi, lokasi yang menjadi tempat korban terjatuh tersebut berada di lokasi yang curam dan arus atau ombak yang telatif tinggi. Korban diketahui bersama rekanannya sudah seringkali melakukan kegiatan pemancingan di lokasi yang sama dan itu dilakukan hampir satu kali dalam seminggu. “Proses pencarian korban masih berlangsung, baik dari Basarnas yang menurunkan tim dan warga sekitar yang menggunakan alat seadanya, dan memang dalam pencarian terkendala oleh cuaca hujan dan angin keras dan ombak tinggi. Disatu sisi, bahwa kejadian tersebut menurut rekan korban memang kelalaian korban yang mengakibatkan hilang atau tenggelam,” ungkap AKP I Made Dimas Widyantara, Senin (6/2).

Baca Juga :  Harga Tinggi, Daun Tembakau Petani Dicuri

Dijelaskan, kejadian yang menimpa korban ini bermula Minggu (5/2) sekitar pukul 17.00 Wita, korban bersama rekannya yakni Sopian Hadi, 30 tahun yang juga berasal dari Dusun Gunung Timba Desa Denggen Timur, masuk kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak menuju ke Teluk Ujung untuk melakukan memancing ikan. “Setelah sampai di lokasi sekitar 18.00 Wita, korban memarkirkan kendaraan yang digunakan di perbukitan dan pada saat itu korban bersama rekanannya bergegas turun menggunakan tali yang telah diikat, korban bersama rekanannya sampai pinggir tebing yang akan dijadikan lokasi pemancingan,” ungkapnya.

Pada pukul 19.00 Wita korban bersama rekanan mempersiapkan alat pancing, dan setelah pancing diasiapkan, korban bersama rekanan naik keatas dan berdiam diri di sebuah lubang sambil menunggu pancingan. Pada saat itu, rekanan korban mengimbau kepada korban bahwa air pasang mulai besar, namun tidak dihiraukan oleh korban. “Sekitar pukul 21.30 Wita korban mendapat pancingannya ditarik ikan dan korban langsung turun untuk mengambil ikan tersebut, dan setelah itu korban mengambil bok untuk menaruh ikan. Namun pada saat itu, pancing korban terkait karang sehingga korban turun ditemani rekanan untuk memperbaiki pancing yang tekait batu karang,” jelasnya.

Pada saat itu datang lah ombak yang pertama menghantam korban bersama rekannya, namun masih bisa selamat. Setelah itu, korban tetap berusaha untuk memperbaiki pancing yang terkait batu karang, sementara rekanan korban naik keatas untuk menghindari ombak, dan pada saat itu datang ombak yang kedua yang cukup besar menghantam korban. “Akibat ombak besar inilah sehingga korban terjatuh kelaut dan pada saat itu korban berteriak meminta rekanan untuk ambil tali, dan rekanan tersebut pergi mengambil tali dan rekan korban masih melihat korban berada di laut, dan setelah mendapatkan tali tersebut rekanan korban melempar tali tersebut kearah korban,” tambahnya.

Baca Juga :  PKS Pastikan Diri Rebut Kursi Pimpinan Dewan

Hanya saja tali tersebut tidak sampai karena korban makin ketengah, setelah itu korban berteriak meminta tolong sehingga rekan korban pergi mencari bantuan ke warga sekitar dan bertemu dengan salah satu warga dan langsung menuju lokasi, namun setelah dilokasi korban sudah tidak kelihatan. “Sehinggga rekan korban menghubungi keluarga memberitahukan bahwa korban jatuh kelaut dan sudah terseret ombak,” tegasnya.

Disampaikan juga bahwa aparat yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan kordinasi dengan Basarnas dan melakukan pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Sampai saat ini tim dari Basarnas dan warga juga masih terus melakukan pencarian terhadap korban,” tegasnya. (met)

Komentar Anda