Dihantam Ombak Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia

EVAKUASI : Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi korba Sukar asal dusun Lekok Pandan desa Puyung Kec. Jonggat Lombok Tengah ditemukan meninggal dunia di perairan pantai Are Guling. (ist)

PRAYA-Nasib naas menimpa Sukar (60 tahun) asal Dusun Lekok Pandan Desa Puyung Kecanatan Jonggat Lombok Tengah.

Dia ditemukan meninggal dunia di perairan pantai Are Guling pada Rabu (4/11). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram Nanang Sigit menjelaskan, bahwa Sukar merupakan korban tenggelam saat memancing ikan di Gili Nusa Are Guling Selasa (3/11). Tim SAR menerima laporan pada pukul 22.00 Wita lalu melakukan pencarian
dengan melakukan penyelaman, penyisiran dari lokasi kejadian hingga perairan pantai Mawun menggunakan Rigit Inflatable Boat dan perahu nelayan setempat. Korban berhasil ditemukan pada hari Rabu pukul 15.30 Wita. “Tim SAR gabungan dari Tim rescue pos siaga SAR Kuta Mandalika, Polri, TNI, tim penyelam tradisional, nelayan atau warga setempat dan unsur lainnya berhasil menemukan korban (Sukar)  sekitar 2,64 Nm arah barat dari lokasi kejadian. Korban langsung dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka,”ungkapnya.

Menurut keterangan dari anggota Badan Pemusyarawatan Desa (BPD) Desa Puyung Iwan, korban bersama Saharudi (37 tahun) warga Tegal Waker, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat dan berangkat dari rumah sekitar pukul 14.30 Wita hari Selasa untuk pergi memancing di laut dan tiba di pantai Are Guling sekitar pukul 16.00 Wita Karena keadaan air laut saat itu surut, mereka berdua langsung ke Gili Nusa Are Guling yang berjarak sekitar 1 Km dari bibir pantai dengan berjalan kaki. Peristiwa  tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wita. Saat mereka hendak bergerak pindah posisi memancing ke sisi sebelah barat Gili Nusa, tiba-tiba dihantam ombak besar dan keduanya terpeleset jatuh ke laut. Namun Saharudin bisa menyelamatkan diri dan korban terseret terbawa arus. Temannya sempat melihat dan menolong korban dengan melemparkan box pancing. Saharudin juga berusaha berenang menolongnya tapi dengan kemampuan yang terbatas akhirnya hanya mampu berusaha menyelamatkan diri. Tidak lama, beberapa warga yang sedang memancing menggunakan perahu mendengar teriakan Saharudin lalu bergegas memberikan pertolongan.

Berdasarkan kejadian-kejadian yang ditangani Basarnas Mataram akhir-akhir ini, Nanang Sigit mengimbau masyarakat agar lebih waspada memasuki musim pancaroba seperti yang terjadi saat ini. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya dan lebih memperhatikan faktor keselamatan saat berada di tempat-tempat yang berisiko tinggi terjadinya musiba atau bencana. Apalagi kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu yang cenderung ekstrim,”imbaunya. (sal)