Diduga Terlibat Pencurian,Oknum Pengacara Ditahan

DITAHAN : Pelimpahan tersangka bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Mataram, Selasa (10/11). (Dery Harjan/Radar Lombok)

MATARAM-Belum lama bebas dari tahanan akibat kasus penganiayaan, seorang oknum pengacara berinisial GGT alias Gabriel kembali berurusan dengan polisi karena melakukan perbuatan melawan hukum.

Sebelumnya dia divonis penjara selama 11 bulan. Hukuman tersebut baru dijalaninya sekitar 6 bulan dan setelah itu bebas karena program asimilasi.
Kini belum lama menghirup udara bebas, Gabriel ditangkap lagi atas kasus dugaan pencurian di salah satu rumah warga di Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Aksi tersebut dilakukan Gabriel sudah cukup lama.
Korbannya yaitu seorang warga pendatang bernama Alice Deborah.
Korban dalam hal ini kehilangan hampir seluruh barang berharga yang ada di rumahnya berupa kulkas, lemari, TV, kompor, lukisan, meja, tempat tidur, AC, kipas angin dan barang beberapa barang berharga lainnya. Kerugian korban sekitar Rp 400 juta lebih.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polisi sejak beberapa bulan lalu. Namun kasusnya sempat menggantung. Di bawah kepemimpinan AKP Bowo Tri Handoko, ternyata kasus tersebut bisa tuntas lebih cepat oleh Polsek Senggigi.
Begitu peran pelaku jelas terungkap langsung dilakukan penahanan.
“Pelaku kemudian kami tahan sejak beberapa hari yang lalu begitu berkasnya dinyatakan lengkap (P21),”kata Kapolsek Senggigi, AKP Bowo Handoko.

Bowo mengatakan pihaknya tidak ingin lagi kasus ini menggantung. Untuk itu pihaknya mempercepat prosesnya. “Hari ini langsung dilakukan pelimpahan tersangka bersama barang bukti (tahap dua) ke Kejaksaan,”ungkapnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Yusuf mengaku bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan tersangka bersama barang bukti. “Ya, sudah kita terima,”ungkapnya.
Setelah tahap dua ini tersangka tetap ditahan.
Untuk penahanannya tetap di Polres Lombok Barat. Hanya saja statusnya bukan lagi tahanan penyidik tetapi menjadi tahanan jaksa penuntut umum (JPU).
Setelah pelimpahan ini, jaksa memiliki waktu tujuh hari menyusun dakwaan. Setelah itu selesai baru kemudian kasus ini dilimpahkan ke pengadilan.

Salah satu tim penasehat hukum tersangka, Deny Nur Indra yang dikonfirmasi mengenai kasus ini belum bersedia berkomentar.”Nanti saja, saya belum minta persetujuan dari rekan tim,”ungkapnya. (der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKota Bima Penyumbang 17 Kasus Baru Positif
Berita berikutnyaMayat Bayi Dibuang di Teras Kios Pasar Karang Sukun