Diduga Stres, Amrillah Ditemukan Tewas Gantung Diri

Ilustrasi Tewas Gantung Diri
Ilustrasi Tewas Gantung Diri

PRAYA — Amrilah, 32 tahun, warga Desa Aikbuak, Kecamatan Batukliang Utara, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali nilon di dapur rumah orang tuanya, di Lingkungan Meteng, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya.

Korban mengakhiri hidupnya pada Jum’at siang kemarin (8/12), sekitar pukul 11.30 Wita. Hal itu dilakukan, karena diduga stres lantaran melihat kedua orang tuanya yang sudah bercerai. Disatu sisi, dia juga saat ini tidak memiliki pekerjaan, setelah sekitar setahun pulang merantau dari Saudi Arabia dan Jakarta menjadi sopir.

BACA JUGA :  Niat Setrum Binatang, Bapak Jadi Korban

Hamdan, Kakek korban mnceritakan, Amrillah sendiri ditemukan oleh isteri keduanya, yakni Saptiah. Dia sudah dalam keadaan tewas tergantung di dapur. Dimana almarhum sudah sekitar dua pekan menginap di rumah ibu kandungnya, yang saat ini dalam keadaan sakit. “Almarhum datang untuk menjenguk ibunya, karena almarhum sendiri tinggal bersama isterinya,” ungkapnya.

Korban sebenarnya sudah sering cerita, kalau dia sednag pusing dan bingung memikirkan bagaimana caranya agar kedua orang tuanya tersebut bisa bersatu kembali. “Semenjak pulang dari Saudi, almarhum sering curhat, karena sedih melihat kedua orang tuanya berpisah. Almarhum sendiri sangat ingin melihat orang tuanya bahagia,” tambahnya.

Ditambah setelah sekitar setahun pulang dari Saudi Arabia, korban juga tidak memiliki pekerjaan. Namun disatu sisi dia harus membiyayai hidup kedua anaknya yang masih remaja. “Anak almarhum ini dua. Satu didapat dari isteri pertama, dan satunya lagi dari isteri kedua. Yang isteri pertama sudah cerai, dan kini dia tinggal bersama isteri keduanya,” tambah Hamdan.

Sementara itu, Bripka Dwi Beni selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Prapen menjelaskan, hasil olah tempat kejadian Perkara (TKP), korban murni bunuh diri menggunakan seutas tali. “Pihak keluarga juga tidak ingin di autopsi, karena mengangap kejadian ini murni adalah musibah,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tahanan Kasus Narkoba Nikahi Pacar di Polda NTB

Menurut keterangan dari isterinya lanjut Beni, korban sendiri mengalami stres, dan sempat dibawa ke rumah sakit. Sebelum kejadian, saat itu almarhum baru saja selesai makan, dan korban terlihat gelisah mondar-mandir mencari sesuatu. Kemudian isterinya mencoba menanyakan hendak mencari apa, namun almarhum menyuruh isterinya untuk pergi mengupas kacang.

“Berselang beberapa jam kemudian, almarhum sudah tidak kelihatan. Saat itu isterinya menanggap korban sudah berangkat sholat Jum’at. Namun isterinya juga mencoba mencari ke dapur, dan melihat almarhun sudah tergantung ditempat mencuci piring. Sehingga isterinya langsung teriak meminta pertolongan,” tambahnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid