Diduga Lecehkan Siswi PKL, Jabatan KCD Dompu Dicopot

H Aidy Furqan (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H Aidy Furqan mencopot Kepala Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Dompu S. Pencopotan S dari jabatan KCD Kabupaten Dompu, karena diduga melakukan pelecehan kepada salah satu siswi SMK di Dompu yang melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kantor KCD Dompu.

“Saat ini oknum mantan KCD Dompu sudah dicopot dan ditugaskan menjadi guru biasa di SMKN 1 Woja. Kronologis sudah banyak dimuat media. Kami secara khusus belum mendalami persisnya seperti apa. Tapi kami sudah mendapatkan laporannya,” kata Aidy Furqan, kemarin.

Aidy mengingatkan kepada semua pejabat lingkup Dinas Dikbud dan para kepala sekolah, serta guru agar mengawal pembinaan moral di lingkungan kerja dan sekolah-sekolah, jangan sampai terjerumus dalam perilaku menyimpang.

Untuk diketahui, kasus seorang siswi salah satu SMK di Kabupaten Dompu diduga menjadi korban pelecehan saat PKL di KCD Dompu.

“Kejadiannya Senin (1/8) lalu, tapi baru dapat informasi hari ini melalui guru pembimbingnya,” kata Wakasek Humas SMK di Dompu, Syahbuddin, Rabu (3/8).

ia menuturkan, perisitiwa ini terbongkar setelah siswi SMK Dompu yang menjadi korban dugaan pelecehan meminta pindah lokasi PKL dengan alasan tidak nyaman di tempat magang di KCD Dompu. Namun setelah didalami, korban akhirnya mengakui mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari oknum kepala KCD Dompu.

Baca Juga :  Jelang MotoGP, Kondusivitas Daerah Harus Terjaga

“Pengakuannya begitu. Setelah kami dapatkan pengakuan, akhirnya kami tarik dan dipindahkan ke tempat lain,” terang Syahbuddin.

Dijelaskan, peristiwa dugaan pelecehan itu terjadi ketika siswi melaksanakan program PKL di kantor KCD. Saat itu korban dipanggil ke dalam ruangan, kemudian diajak foto berdua dan di situlah oknum kepala KCD Dompu melancarkan aksinya.

“Pengakuan siswi ini diajak foto Selfi berdua di dalam ruangan kepala KCD Dompu. Saya tidak berani katakan itu adalah pelecehan, tapi siswi ini merasa tidak nyaman dengan itu, sehingga melapor ke guru pembimbing,” ujarnya.

Dalam pengakuannya, siswi tersebut merasa tidak nyaman dengan sikap oknum kepala KCD Dompu yang mengajak selfi sambil merangkul dan meraba bagian pinggulnya. Atas kejadian itu, pihak sekolah telah memanggil siswi dan keluarga untuk diberikan klarifikasi dan pemahaman. Selanjutnya, pihak sekolah menyerahkan kepada keluarga korban apakah peristiwa itu ke ranah hukum atau tidak. Atas kejadian tersebut, orang tua wali sudah melaporkan ke Polres Dompu untuk ditindaklanjuti, bahkan saat ini sudah diperiksa untuk diklarifikasi.

Baca Juga :  Jambuluwuk Terbakar, Pemda Minta Hotel Mandiri Padamkan Api

Sementara itu, mantan Kepala KCD Dompu S menyebut bahwa apa yang dituduhkan kepada dirinya tidak mendasar. Pasalnya, jika ada rekaman CCTV harus dibuktikan bukan hanya omongan.

“Saya hanya mengajak siswi tersebut foto selfi. Memang benar saya foto bersama dengan salah satu siswi itu. Kalau tidak salah hari Rabu atau Kamis lalu, pada saat itu anak ini membawa berkas laporan perjalanan pengawas bulan Mei dan Juni ke dalam ruangan saya,” jelas S.

Ia mengaku jika tidak memiliki tujuan apapun saat mengajak selfi. Ia juga mengatakan tidak pernah melakukan pelecehan seperti yang diungkapkan korban pada orang tua dan guru di sekolahnya.

“Saya heran bisa muncul kata-kata seperti itu. Kalau ada CCTV mungkin ada buktinya, ini kan tidak ada. Saya merasa tidak pernah melakukan tindakan pelecehan kepada anak ini,” ucapnya. (adi)

Komentar Anda