Diduga Korupsi, Kades Langko Dilaporkan Mantan Kadus

MELAPOR: Mantan Kadus Langko Gunting, Lalu Muhammad Sukri Zarkasi dan anggota BPD Langko, Sulaiman saat melapor ke Kejari Lombok Tengah, Rabu (10/7). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

 

PRAYA – Kepala Desa Langko Kecamatan Janapria, Sriunan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah. Sriunan dilaporkan oleh Mantan Kadus Langko Gunting, Lalu Muhammad Sukri Zarkasi dan anggota BPD Langko, Sulaiman atas kasus dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) hingga program fiktif tahun 2019-2023.

Lalu Muhammad Sukri Zarkasi menyebutkan, anggaran dana Desa Desa Langko 2019-2023 sangat besar per tahunya mencapai Rp. 2.335.354.208.15. Namun realiasasinya dengan RAPBDes Langko dengan faktanya di lapangan sangat jomplang sekali. “Sebagai contoh pengadaan sumur bor tertera Rp 126.000.000, tetapi pada faktanya trealisasi hanya Rp 40.000.000 saja. Dan, apabila kejaksaan membutuhkan data dan keterangan lebih lanjut kami selaku pengadu siap akan membantu,” ungkap Lalu Muhammad Sukri Zarkasi kepada Radar Lombok, Rabu (10/7).

Disampaikan bahwa mereka selaku pengadu telah berulang kali mengkonfirmasi Kepala Desa Langko, akan tetapi tidak pernah digubris. Bahkan dalam laporannya, pelapor juga melampirkan bukti permulaan yaitu surat keputusan Kepala Desa Langko tentang Peraturan Kepala Desa Langko tentang penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Langko tahun 2023. “Oleh karena itu, kami sangat berharap kepada kejaksaan untuk menuntaskan dan mengusut secara tuntas kerugian negara yang diduga kuat dilakukan oleh Kepala Desa Langko tersebut. Supaya anggaran desa yang sangat besar itu betul-betul trealisasi sesuai dengan peruntukanya bukan malah digunakan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Dandim Bersama Bupati Visitasi Rumah Calon Penerima Beasiswa Kedokteran

Sukri menambahkan, laporan ini juga dilakukan dengan harapan pembangunan di Desa Langko dapat merata dan adil sehingga bisa bermamfaat bagai seluruh masyarakat Desa Langko secara keseluruhan. Pasalnya dari data yang mereka himpun, total diduga kerugian negara pada periode 2019-2023 mencapai Rp 1 miliar.  “Pengaduan ini kami lakukan dengan harapan agar Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah menindaklanjuti laporan kami ini, supaya menjadi perbaikan untuk Desa Langko supaya lebih maju dengan desa lainya,” harapnya.

Baca Juga :  SK Pemberhentian Kades Nyaleg Berlaku Setelah Penetapan DCT

Kasi Intel Kejari Lombok Tengah, I Made Juri Imanu ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait dugaan korupsi di Desa Langko ini. Laporan saat ini sedang diproses oleh kejaksaan. “Laporannya benar tadi masuk, sekarang sedang diproses. Dalam mekanisme persuratan kami apakah didisposisi ke Bidang Pidsus atau Intel. Jika nanti ke Intel, sebagaimana SOP Intel akan kami telaah terlebih dahulu untuk selanjutnya kami lakukan puldata dan pulbaket,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Langko Kecamatan Janapria, Sriunan yang coba dikonformasi Radar Lombok memilih enggan menanggapi laporan itu. “Biarkan saja sanak pada akhirnya nanti kafilah berlalu,” singkatnya. (met)

Komentar Anda