Didominasi Penonton Lokal, WSBK Tidak Mampu Dongkrak Okupansi Hotel

PERTUNJUKAN : Pertunjukan seni tradisional Lombok ‘Gendang Beleq’ tampil pada pembukaan event WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok. (IST/ RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengklaim jumlah penonton World Superbike (WSBK) Mandalika mencapai 51.629 orang atau melampaui target awal sebesar 50 ribu penonton. Kendati jumlah penonton melampaui angka yang ditargetkan Pemprov NTB, tidak lantas mendongkrak okupansi sejumlah hotel di Pulau Lombok. Pasalnya, tingkat keterisian kamar sejumlah hotel saat WSBK di bawah 50 persen.

“Hotel-hotel semua itu (Kota Mataram) tidak ada isinya, WSBK tidak terlalu berdampak kepada keterisian hotel,” kata Ketua Dewan Kehormatan Hotel dan Restoran (PHRI) I Gusti Lanang Patra, kepada Radar Lombok, kemarin.

Pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab masih minimnya pesanan hotel di Kota Mataram. Mengingat jumlah penoton WSBK sudah melampaui target. Meski begitu pihaknya menduga hal ini lantaran penonton yang menyaksikan WSBK Mandalika didominasi warga NTB.

“Bisa jadi dominasi penonton warga NTB. Saya tidak berani memastikannya yang informasi teman-teman hotel tidak ramai pesanan hotelnya,” ujarnya.

Menurur Lanang, event WSBK Mandalika 2022 berbeda jauh dengan event WSBK sebelumnya. Meski jumlah penonton tidak seramai saat ini, namun keterisian hotel jauh lebih tinggi, lantaran penonton yang datang menyaksikan event WSBK sebelumnya banyak berasal dari luar daerah dan mancanegra.

“Jauh-jauh hari sudah full, mana berani datang kalau tidak memastikan dulu kamar. Yang menginap di hotel itukan tamu dari luar,” tandasnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Asosiasi Hotel Mandalika (MHA) Samsul Bahri Sega tingkat keterisian hotel di Mandalika, Lombok Tengah hanya mencapai 60 persen. Sedikit lebih rendah dibandingkan WSBK tahun 2021 yang mencapai 80-90 persen.

“Jauh berbeda dengan tahun lalu walaupun secara jumlah penonton jauh lebih tinggi, tetapi kalau melihat tingkat kunjungan hotel. Lebih bagus WSBK di tahun 2021. Karena ini adalah lebih banyak warga NTB, kalau tahun lalu banyak dari luar,” ungkapnya.

Meski begitu NTB patut bersyukur karena WSBK Mandalika 2022 sedikit banyak memberikan multiplier effect terhadap pariwisata NTB. Artinya tidak hanya wisatawan luar yang tertarik untuk menonton WSBK, tetapi juga warga NTB.

“Tapi kalau dari target pesanan hotel, angka 60 persen memang masih jauh dari target. Ini yang menjadi PR (pekerjaan bersama),” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Samsul berharap WSBK pada Maret 2023 mendatang harus mulai berbenah. Mulai dari meningkatkan komunikasi antar stakeholder, ITDC, MGPA, Pemerintah Pusat dan lainnya. Kemudian koordinasi lebih baik lagi, terutama soal promosi mestinya dilakukan jauh-jauh hari sebelum event digelar.

“Kalau bisa Januari 2023 sudah mulai promosi, jangan minggu-minggu terakhir baru penjualan tiket dibuka. Karena yang akan memberikan kenaikan kunjungan wisatawan adalah tamu dari luar negeri dan luar daerah, bukan dari dalam NTB,” ucapnya.

Karena berkaca dari pengalaman sebelumnya, para wisatawan luar daerah maupun luar negeri akan merencanakan kunjungan mereka ke Lombok, karena harus mempersiapkan visa, tiket, hotel dan lainnya terlebih dahulu.

“Kalau lebih awal promosinya tentu akan lebih banyak penonton yang akan menyaksikan WSBK nantinya,” tandasnya. (cr-rat)

 

Komentar Anda