Dicetuskan Saat STQ, “ Serep Jelo Lalo Ngaji” Akan Dihidupkan

Pemerintah Kota Mataram pernah melaunching " Serep Jelo Lalo Ngaji” pada saat STQ Tingkat Kota Mataram bulan Mei lalu. Kini dengan ditunjuknya Mataram sebagai tuan rumah MTQ Nasional, gerakan ini akan digalakkan lagi.

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

“Serep Jelo Lalo Ngaji” adalah gerakan kembali ke Al-Qur’an. Ini ungkapan dalam Bahasa Sasak yang artinya “ Begitu matahari terbenam berangkatlah untuk mengaji”.

Budaya mengaji pada waktu malam hendaknya dihidupkan. Karena kebiasaan ini semakin terkikis, para tokoh agama bersama Pemkot Mataram mengagas gerakan “Serep Jelo Lalo Ngaji”.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh angkat bicara soal gerakan ini. Ahyar bertekad setelah pelaksanaan MTQ selesai dilaksanakan dirinya ingin  mengembalikan tradisi ini agar hidup lagi di tengah-tengah warga.” Tradisi  belajar ngaji saat magrib sampai Isya harus kita hidupkan lagi,” kata Ahyar.

Ia tidak ingin di waku berkualitas itu anak-anak justru lebih banyak nonton tv. “ Kita harapkan kepada orang tua  agar anak-anak jangan ada yang keluar main pada jam mengaji itu,” imbuhnya.

Ahyar berharap MTQ di Kota Mataram menjadi wahana untuk membumikan gerakan mengaji.

“Serep Jelo Lalo Ngaji” merupakan gerakan yang didasari niat  tulus dan ikhlas untuk mengajak, menggugah hati dan fikiran seluruh masyarakat yang beragama Islam agar anak-anak sebagai generasi penerus dapat lebih mencintai Al-Qur’an. Untuk membaca, menyimak, mengkaji, dan mengamalkan isi Al-Qur’an, demi kemuliaan Al-Qur’an dan kemaslahatan anak-anak sebagai generasi yang akan datang. “Semoga apa yang menjadi hajat dan semangat ini diridhoi dan bisa dikonkritkan, dan bagi semua yang diberi amanah untuk melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” harapnya.(*)

BACA JUGA :  61 Grup Mars MTQ Tuntas Dinilai