Dibuka Panglima, Ribuan Peserta Latsitarda Siap Kerja Sosial 25 Hari di NTB

Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-42 tahun 2022 resmi dibuka dengan upacara di halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (14/5/2022). (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-42 tahun 2022 resmi dibuka dengan upacara di halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (14/5/2022).

Dalam upacara tersebut, hadir para peserta Latsitarda yang jumlahnya 1.143 orang, yang terdiri dari peserta IPDN 112, Akpol 246 orang, Akmil 288 orang, AAU sebanyak 111 orang dan AAL sebanyak 106 orang.

Dalam Latsitarda ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sekaligus pemimpin upacara pembukaan Latsitarda menekankan pentingnya integrasi kepada para peserta.

Dikatakan, selama 25 hari ke depan para peserta akan melakukan berbagai kegiatan di tengah-tengah masyarakat di daerah masing-masing yang menjadi tempatnya menjalani masa pendidikan. Dan meminta para peserta untuk menggunakan waktu yang selama sebulan ke depan untuk menjalin kerja sama.

“Penutupannya 11 Juni mendatang, saya ingin semua saling bertukar kontak, supaya menjadi bentuk awal integrasi institusi maupun pemerintah untuk ke depannya. Kalau kita mau membuka diri, tidak ada yang tidak mugkin, jika kita membangun hubungan dengan masyarakat,” ujarnya dalam upacara pembukaan Latsitarda itu.

Adapun pekerjan yang mengarah ke fisik yang akan dilakukan oleh para peserta, mulai dari memperlebar, menguatkan dan membuat pagar jembatan. Membuat pipa untuk mengaliri air bersih, membersihkan rumah ibadah, gorong-gorong dan juga rumah tidak layak huni. Sedangkan untuk nonfisik, mempromosikan kesehatan, hukum dari taruna dan Praja IPDN untuk mempromosikan sekolahnya masing-masing. “Yang intinya sebetulnya untuk memberikan motivasi,” katanya.

Selama singgah di Pulau Seribu Masjid ini, pihknya sudah melakukan pengamatan dan juga memberikan arahan tentang jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh para peserta. Yang intinya mengingatkan bahwa sasaran nomor satu itu bukan soal pekerjaan fisik dan nonfisik, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, melainkan soal integrasi dan kerja sama.

BACA JUGA :  Kapolri dan Panglima TNI ke NTB, Optimis World Superbike Mandalika Sukses

“Karena apa? Karena masa depan mereka ini masa depannya seperti kami-kami ini, ada yang di level kabupaten, provinsi bahkan nasional. Semua bekerja sama dan semua mahasiswa yang ada di sini, bisa jadi ada yang menjadi bupati dan gubernur seperti para seniornya yang ada,”

Yang menjadi penekatan terhadap para peserta Latsitarda ke-42 ini ialah soal integrasi. Hal tersebut berkaca dari pengalamannya yang sudah mengikuti Latsitarda. “Jadi semenjak mereka mulai ini, semua harus punya networkingnya, saling bertukar kontak HP dan selalu berkomunikasi. Siapapun mereka, karena masa depannya kita tidak tahu,” sebutnya.

Terkait dengn apakah para peserta diberian masalah ilmu terorisme, Andika menjawab bahwa para peserta belum dibekali dengan ilmu itu. Karena ilmu terkait terorisme yang lebih mengetahuinya ialah para anggota yang sudah mulai bekerja dan sesuai dengan bidang masing-masing. Sehingga permasalahan teroris itu menjadi tugas dari para seniornya peserta. Lebih jauh, para peserta Latsitarda yang akan menjalani masa pendidikan ini, ilmu yang akan diberikan lebih fokus pada ilmu dasar-dasar saja.

“Mereka tugasnya jangan diberikan yang terlalu berat, yang terpenting mereka bisa membuat masyarakat di kabupaten masing-masing bisa tertarik untuk bertanya soal masuk ke institusi terkait,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Airlangga Hartarto: Jenderal Andika Punya Visi Kuat Bidang Siber

NTB dijadikan tuan rumah untuk pelaksaan Latsitarda ialah dengan alasan variabelnya banyak. Salah satu yang terpenting ialah soal kesiapan dan kesediaan dari pemerintah daerah. “Dalam hal ini Gubernur NTB yang sangat akomodatif. Sehingga kami merasa mendapatkan kehormatan dan mendapat kemudahan. Ini adalah kerja bareng,” tuturnya.

Saat ditanya terkait apakah akan ada penambahan keamanan khususnya di wilayah NTB, baik dari Batalion maupun Polri, Andika menyebutkan hal itu belum ada. Dikarenakan wilayah NTB sudah relatif bagus.

Sementara hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Polri (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. Disebutkan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan Latsitarda itu. Fokusnya dalam pelaksaan Latsitarda ini, lanjutnya, bagaimana integrasi ditanamkan kepada seluruh peserta Latsitarda. “Sehingga ke depan nanti mereka bisa saling berkolabori dan bekerja sama,” tamahnya.

Dirinya berpesan untuk anggota Polri yang ikut Latsitarda ialah melaksanakan tugas dengan baik dan melaksanakan kegiatan dengan humanis, personal dengan masyarakat. “Berikan yang terbaik kepada masyarakat yang ada di NTB,” pesannya.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyebutkan, wilayah NTB ini merupakan daerah yang unik seperti replika Indonesia yang berbagai macam agama dan suku. Ada modernitas yang direpresentasikan oleh internasional sirkuit, tapi banyak juga hal-hal yang sifatnya tradisional. “Jadi mudah-mudahan dengan keragaman yang ada di NTB menjadi bekal yang luar biasa buat kehidupan di masyarakat,” singkatnya. (cr-sid)