Dibui, Emak Caca Janji Ganti Rugi

DIBUI: LC alias Emak Caca ditahan polisi setelah dilaporkan menipu miliaran rupiah. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Nasi sudah menjadi bubur. Pepatah itulah yang dialami LC alias Emak Caca sekarang ini.

Pemilik rumah makan Dapoer Emak Caca itu berjanji akan mengembalikan dana kliennya sebesar miliaran rupiah setelah dibui. Janji itu akan ditepati perempuan asal Punia, Mataram itu setelah keluar dari jeratan hukum. Ia sekarang sedang menjalani proses hukum setelah dilaporkan menipu salah satu kliennya. “Niat itu (mengembalikan) pasti. Saya ingin mengembalikan semuanya. Mungkin mulai dari nol lagi tetapi saya selesaikan dulu yang sekarang ini (proses hukum),’’ ungkap Emak Caca saat dipamer Polresta Mataram, Sabtu (31/10).

Dalam kesempatan itu, Emak Caca juga membantah menipu kliennya. Dana yang dosetorkan kliennya memang benar digunakan untuk menjalankan usahanya. Beberapa usaha yang dikelola berupa Dapoer Emak Caca, Caca Garden, Caca Village, dan Caca Grabs. Tapi usahanya macet begitu dihadapkan dengan pandemi virus corona.

Karena usaha kulinernya macet, Emak Caca pun mengalihkan jenis usahanya untuk membeli aset berupa tanah, ruko, perabotan dan yang lainnya. Begitu kondisi mulai membaik, ia kembali menjalankan usahanyamengelola Dapoer Emak Caca. ‘’Tapi selama saya berada di sini semua tidak berjalan. Usaha saya kan di bidang kuliner dan saya chefnya. Jadi tidak ada yang masak lagi karena tidak ada yang bisa masak selain saya,” bebernya.

Emak Caca sendiri sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polresta Mataram. Emak Caca disangkakan atas kasus penipuan dan penggelapan. Emak Cacak ditahan sejak 6 Oktober lalu usai dilaporkan seseorang yang tertarik berinvestasi Rp 25 juta di usaha resto milik Emak Caca, Caca Village.

Perjanjiannya, Emak Caca akan memberi keuntungan dan pengembalian pokok sebesar Rp 400 ribu setiap hari kerja. Yakni dari hari Senin sampai Jumat selama 90 hari. Korban tergiur dan dengan keuntungan bersih beserta modal sebesar Rp 36 juta. Usai menyetorkan dananya, keuntungan yang dijanjikan malah tak kunjung didapat. Bahkan modal yang dikeluarkan korban pun tak kunjung kembali.

Karenanya, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Mataram. Namun, pihak kepolisian yang curiga dengan kedok Emak Caca, kemudian membuka peluang bagi masyarakat yang kemungkinan juga menjadi korban penipuan Emak Caca. Setelah beberapa hari kasus Emak Caca beredar, puluhan masyarakat lainnya berbondong-bondong melapor ke kepolisian. Mereka juga merasa ditipu Emak Caca karena sudah ikut berinvestasi. Setelah ditotal, ternyata jumlah investasi yang mengalir ke kantong Emak Caca mencapai miliaran rupiah. ‘’Silakan datang untuk melapor. Nanti kami akan kumpulin datanya,’’ kata Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Kade Adi Budi Astawa.

Korban Emak Caca juga tak hanya melapor ke Polresta Mataram tapi juga Polda NTB. Jumlah korban yang melapor ke Polda NTB cukup banyak mencapai puluhan orang. Mereka bukan hanya berasal dari Mataram saja tetapi dari berbagai daerah di NTB. Bahkan ada juga dari luar NTB. Selain melaporkan kasus penipuan dan penggelapan, para korban ini juga melaporkan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (der)