Dibayar Rp 105 Juta di Mandalika, Pawang Rara Tertarik Naikkan Tarif

Pawang hujan Raden Rara I Wulandari tersenyum, sesaat setelah melakukan ritual menghalau hujan di Sirkuit Mandalika. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Pawang hujan Raden Rara I Wulandari menjadi trending topic dunia setelah beraksi menghalau hujan di Sirkuit Mandalika, sesaat sebelum race MotoGP Mandalika, Minggu (20/3/2022).

Banyak yang memberi pujian dengan aksi janda anak satu itu. Namun tidak kalah banyak pula yang membully, yang menganggapnya mempermalukan negara sendiri. Namun Rara, tak ambil pusing dengan polemik yang ada. “Yang memberikan kesempatan kan Tuhan, kembali lagi inikan bukan kuat gagah saya,” ujar lulusan D3 Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta ini, dalam tayangan YouTube Karni Ilyas Club, Rabu (23/3/2021).

Rara pun mengklarifikasi, pawang hujan itu tidak ansih tugasnya hanya menghalau hujan, melainkan juga memanggil hujan. Dan itu sudah dibuktikannya saat Pre Session MotoGP Mandalika pada 11-13 Februari 2022, di mana kondisi sirkuit benar-benar kering.

BACA JUGA :  Sirkuit Mandalika Disambar Petir, Pawang Hujan Lakukan Ritual

Kemudian pada pengaspalan dari 1-9 Maret 2022 juga kering, sesuai permintaan. Namun pada malam hari pasca-pengaspalan tuntas, diminta hujan, dan terbukti hujan. “Pas malam harus panggil hujan supaya aspal itu dingin dan menempel semua,” ungkap perempuan yang menyebut dirinya janda manis ini.

Adapun sesaat sebelum race digelar, diakui turun hujan lebat. Waktu itu kata Rara, ia tak diberikan ID Card oleh pihak Dorna untuk masuk ke lokasi berdoa di dalam sirkuit. Dan yang dikhawatirkan pun terjadi. “Ternyata beneran hujan. Akhirnya mereka mencari Rara,” ungkapnya.

Setelah dipersilakan masuk sirkuit, perempuan single parent sejak 2013 ini pun dengan singing bowl-nya melakukan ritual. Dan ia mengaku ngborol dengan alam, angin, elemen tanah, serta meneriaki awan agar hujan reda. Alhasil 10 sampai 15 menit kemudian hujan reda, dan sesuai permintaan pihak Dorna, gerimis.

BACA JUGA :  Hujan Reda, Pembalap Bersiap untuk Race MotoGP

Adapun soal tarif, Rara menunjukkan transfer Rp 105 juta untuk bekerja dari awal pengaspalan hingga berakhir race MotoGP, pada 1-21 Maret 2022. Jika dihitung harian, tarifnya Rp 5 juta.

“Saya kira tarif perlu dinaikkan?” kata Karni Ilyas.

“Boleh sih pak,” ucap Rara sembari tertawa.

Rara yang berencana melanjutkan studi ke psikologi ini memang sudah lama tenar sebagai pawang hujan. Rara mengaku kerap diajak dalam berbagai event besar, kampanye politik, bahkan vaksinasi. Rara pun begitu akrab dengan Menteri BUMN Erick Thohir untuk urusan pekerjaan ini.

Dan pasca di Mandalika, Rara mengaku akan bekerja lagi sebagai pawang aspal selama dua bulan yang dikerjakan BUMN PT PP. Bayarannya kata Rara, lebih besar dibanding di Mandalika. (RL)