Dibacok Dua Pelaku Bercadar, Pria Ini Nyaris Tewas

Ilustrasi pembacokan
Ilustrasi

SELONG–Burhanudin (40 Tahun), alamat Sumbawa, hampir kehilangan nyawanya, setelah menepis senjata tajam (Sajam) yang dilayangkan oleh dua pelaku bercadar. Kedua pelaku tak dikenal ini tiba-tiba datang, dan langsung membacoknya ketika sedang berada di rumah istrinya di Gubuk Montong Jembok, Dusun Ratek Desa Mengkuru, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Minggu malam kemarin (18/12).

Burhan sendiri baru pulang dari Sumbawa sekitar 2 hari lalu, setelah menghilang selama 2 tahun meninggalkan rumah. Rencananya dia juga akan kembali ke Sumbawa pada Senin sore. Akan tetapi nasib berkata lain, Burhan justeru hampir kehilangan lehernya, dan nyaris tewas setelah dibacok dua orang tak dikenal. Beruntung pada saat di tebas, dia sempat menepis Sajam pelaku menggunakan tangannya.

“Akibat dia menepis, tangan kirinya terkena sabetan parang, dan jari tangan kanannya juga hampir terputus. Selain itu lehernya juga terluka,” kata Kapolres Lotim melalui Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu I Made Tista, Senin kemarin (18/12).

BACA JUGA :  Kades Pemepek Divonis Lima Bulan

Dijelaskan, kejadian ini berawal sekitar pukul 20.00 Wita, dimana korban (Burhan) saat itu sedang berada di dalam rumah bersama istrinya. Ketika dia sedang duduk di dalam rumahnya, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu rumahnya. Kemudian sang istri, sekaligus saksi membukakan pintu rumah. Namun pada saat dibukakan pintu, salah satu pelaku membekap mulut istrinya, dan satu lagi pelaku menebas korban, sehingga bersimbah darah.

Setelah menebas korban, pelaku yang berjumlah dua orang dan menggunakan cadar itu langsung melarikan diri ke arah sawah. Karena menggunakan cadar, kedua sulit dikenali. ”Untuk saat ini pelaku masih dalam penyelidikan. Ssang istri, Sri, hari ini (kemarin, red) juga telah dimintai keterangannya,” kata Tista.

Guna menyelamatkan korban, masyarakat membawanya ke Puskesmas Rensing, Sakra Barat. Namun karena kurangnya perlengkapan, dan korban juga dalam kondisi terluka parah, pihak Puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Selong. ”Berdasarkan keterangan dari pihak dokter jaga, korban kemungkinan bisa sembuh. Karena dia hanya mengalami luka di leher, dan jarinya putus,” kata Kepala Puskesmas Rensing, H. Sejarah.

Sementara itu, Sarjan, salah satu warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, setelah korban berteriak minta pertolongan, dia pun segera mendekat. Melihat korban terluka parah, dia juga sempat berteriak minta tolong, sehingga sejumlah masyarakat yang berada di Gubuk berhemburan keluar untuk memberikan perolongan, dan sebagian mengejar pelaku, namun tidak ditemukan. “Secara kebetulan disini ada orang zikiran. Pada saat orang sedang zikiran itu lah tiba-tiba terdengar suara orang teriak minta tolong,” jelas Sarjan.

Sarjan juga mengatakan, pengejaran yan dilakukan oleh masyarakat, pelaku yang berjumlah dua orang itu diketahui melarikan diri ke arah barat dan utara melewati sawah. Jejak kakinya masih terlihat, meskipun tidak ditemukan. ”Dari arah kakinya, kedua pelaku ini lari kedua arah. Kemungkinan untuk menghilangkan jejak,” sebutnya. (cr-wan)