Diancam Orangtua Siswa, Guru Honorer Korban Pemukulan Takut Masuk Sekolah

ILUSTRASI ANCAM
ILUSTRASI

SELONG – Selain melakukan penganiayaan terhadap salah satu guru honorer di SDN 4 Rarang, orang tua siswa ternyata juga diduga telah melakukan pengancaman. Akibatnya, kini sang guru honorer merasa ketakutan masuk sekolah, dan mengajar seperti biasanya.

BACA : Orangtua Murid Pukul Guru Honorer di Lombok Timur

Seperti disampaikan Mamiq Harmi, warga Desa Rarang, bahwa pelaku (orang tua siswa) atas nama Tamrun, beralamat di Dusun Kalitemu, Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, diketahui sempat mengancam guru honorer yang telah mengabdi selama 5 tahun tersebut. Ancamannya, dia akan menabrak guru honorer jika ketemu di jalan, dan juga mengeluarkan kata-kata bernada tantangan.

“Adanya ancaman ini, korban sendiri akhirnya tidak berani ke sekolah. Untuk itu, masyarakat Rarang siap membela korban selama dia mengajar di SDN 4 Rarang. Kita atas nama masyarakat Rarang akan menjaganya,” janji Mamiq Harmi, Kamis kemarin (8/2).

Pihaknya juga meminta kepada aparat kepolisian agar segera menuntaskan kasus ini. ”Makanya setelah kita rapat, masyarakat Desa Rarang menyatakan akan menjaga korban, agar dia tidak merasa takut datang ke sekolah,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Lalu Suandi, juga terus mendorong penyelesaian masalah pemukulan yang dilakukan orang tua siswa terhadap guru honorer SDN 4 Rarang, melalui jalur hukum. Hal ini dilakukan, sekaligus untuk memberikan pembelajaran kepada publik. “Kita dorong ke hukum, tapi siswa jangan dikeluarkan. Karena sesungguhnya siswa tetap membutuhkan bimbingan,” katanya.

Disampaikan juga, bagi guru yang mendapat perlakukan tidak baik dan mendapat permasalahan dengan orang tua siswa, maka para guru tidak boleh ragu untuk melapor ke polisi. Karena intinya, guru dan masyarakat lainnya harus saling melindungi. ”Guru atau korban tidak boleh ragu dan takut untuk melapor, karena kita semua saling melindungi,” tandasnya.

BACA JUGA : PGRI NTB Kecam Penganiayaan Guru di Lombok Timur

Sementara Kapolres Lotim melalui Kapolsek Terara, AKP Tauhid mengatakan, kasus pemukulan yang dilakukan oleh orang tua siswa terhadap guru honorer, saat ini sudah dilimpahkan ke Polres Lotim. Apalagi kasus pemukulan ini juga menjadi salah satu atensi aparat kepolisian. ”Sesuai dengan kebijakan atasan, kasus pemukulan ini sudah kita limpahkan ke Polres,” katanya.

Dikatakan, pelimpahan kasus pemukulan orang tua siswa kepada guru honorer ini dilakukan, setelah pihak aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi. “Setelah selesai, kita langsung melakukan pelimpahan, dan saat ini sudah ditangani oleh Reskrim Polres Lotim. Jadi kita menangani kasusnya, hanya awalnya saja. Untuk lebih lanjut sudah ditangani oleh Polres,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut