Di Masa Pandemi, Pariwisata Butuh Orang yang Penuh Inovasi

PARIWISATA: Dampak pandemic, pantai Senggigi yang sebelumnya selalu ramai oleh para wisatawan, kini terlihat sepi. Untuk membangkitkan kembali pariwisata, dibutuhkan orang yang mau kerja, kreatif dan berinovasi. (sigit setyo/radarlombok.co.id)  

MATARAM—Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung setahun lebih, hingga kini masih belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Berbagai sektor kehidupan terkena imbasnya. Tak terkecuali sektor pariwisata NTB yang selama ini menjadi program andalan Pemerintah Provinsi NTB, paling awal terdampak pandemi. Bahkan mungkin akan menjadi sektor paling akhir yang bisa bangkit.

Sementara disatu sisi, pekerja pariwisata jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Sehingga kalau pariwisata NTB ini terus terpuruk, tentu dampaknya akan berpengaruh secara lebih luas lagi. “Karena itu, berbagai upaya untuk mengembangkan pariwisata terus kami lakukan dimasa pandemi sekarang ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal, kepada Radar Lombok, Jumat (26/3/2021).

Ditegaskan Faozal, pihaknya (Dispar NTB) sekarang ini butuh orang-orang yang mau berjuang, memiliki daya kreatifitas dan inovasi yang tinggi untuk membangkitkan kepariwisataan NTB yang kini sedang terpuruk.

Salah satunya yakni melalui orang-orang yang kini duduk di kepengurusan BPPD NTB yang baru. “Kami berharap kerjanya nanti dapat membantu kebangkitan pariwisata kita (NTB). Tentu saja penetapan para Pengurus BPPD NTB ini juga telah melalui berbagai tahapan dan proses yang mendalam,” jelas Faozal.

BACA JUGA :  Didukung Kemenparekraf, ITDC Kembali Lakukan Pembayaran Lahan Enclave Rp 27,7 Miliar

Artinya sambung mantan Kabag Humas Provinsi NTB ini, penetapan Ketua BPPD NTB yang baru, Ari Garmono, dan jajarannya, Lia Rosida (Wakil Ketua), Baiq Ika WW (Sekretaris), Leja Kodi (Anggota), I Ketut M Jaya Kusuma (Anggota), Askar DK (Anggota), H Ainuddin (Anggota), Gotami Nadiswari (Anggota), dan Ali Akbar (Anggota). Semua telah melalui proses seleksi dan penelaahan secara mendalam oleh pihak Dispar NTB. Sebelum nama-nama tersebut, diserahkan kepada Gubernur NTB untuk mendapatkan pesetujuan.

“Kalau pun sekarang ini banyak menuai pro dan kontra oleh kalayak. Asumsi saya itu terjadi karena mereka belum mengetahui secara detail seperti apa kiprah para Pengurus BPPD NTB ini sebelumnya dalam kepariwisataan di NTB. Disini pentingnya sosialisasi dan sinergi harus gencar dilakukan para Pengurus BPPD NTB yang baru. Dan mereka saat ini juga telah bekerja, membantu Dispar NTB untuk segera membangkitkan kepariwisataan NTB,” tegas Faozal.

Seperti sosok Ketua BPPD NTB, Ari Garmono, lanjut Faozal, selain pernah menjadi Tim Prioritas Pembangunan Bidang Pariwisata 2019-2020, sebelumnya dia juga pernah menjadi anggota Pokja program pembangunan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Prestasi Ari Garmono lainnya, dia juga pernah meraih penghargaan pariwisata Provinsi NTB 2014, membuat aplikasi navigasi pariwisata yang pertama di NTB tahun 2015, bernama “Lombok in Hand”. Selanjutnya membuat katalog destinasi air terjun se pulau Lombok, membuka Postmo Travel Agent, dan lainnya,” jelas Faozal.

BACA JUGA :  Syukuri Hasil Panen, Warga Batu Kumbung Gelar Tradisi Roah Gubuk

Ari Garmono juga membuat komunitas pencinta air terjun Lombok Waterfall Lover, dan menjadi pemateri di beberapa pelatihan pariwisata yang diadakan oleh Dispar Lotim. “Tak hanya itu, Ari Garmono secara mandiri juga melakukan pembinaan, pelatihan, pendampingan dan pemetaan pariwisata di beberapa desa di Lombok, seperti di Desa Santong, Tete Batu, Prian, Mekarsari Swela, Aiq Beriq, dan lainnya,” tutur Faozal.

“Sementara untuk jajaran Pengurus BPPD NTB lainnya, semua pelaku pariwisata saya meyakini pasti juga sudah banyak yang mengenal, karena kiprahnya dalam membantu sektor kepariwisataan NTB selama ini. Jadi saya sebagai user sangat meyakini Pengurus BPPD NTB saat ini akan sangat membantu saya untuk segera membangkitkan pariwisata NTB yang sedang lesu. Dimasa pandemi sekarang ini, jujur saya butuh orang yang mau bekerja, dan memiliki kreatifitas serta inovasi yang tinggi,” tegas Faozal. (gt)