Di Lobar, Minyak Goreng Masih Misterius

MINYAK GORENG : Operasi minyak goreng yang digelar di depan kantor Dinas Perindag Lombok Barat beberapa waktu lalu. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Minyak goreng di Lombok Barat masih misterius meski pemerintah sudah membuat kebijakan dan memberlakukan harga standar. Warga kesulitan mendapatkan minyak goreng. Warga semakin khawatir dengan kondisi ini karena sebentar lagi bulan puasa. Warga meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali menggelar operasi pasar minyak goreng seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Salah seorang warga, Hilmiati, meminta Pemkab segera bersikap. Ia kesulitan mendapatkan minyak goreng. Kalau pun ada, harganya mahal, tidak dengan harga Rp 14 ribu per liter. ” Susah dapat minyak goreng, di pasar atau toko juga tidak ada minyak goreng,” ungkapnya, Kamis (10/3).

Untuk itu ia berharap pemerintah melakukan tindakan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini, karena kalau tidak diperhatikan, masyarakat khawatir akan berlanjut hingga bulan puasa nanti.” Mohon pemerintah segera berikan solusi agar tidak sampai bulan puasa nanti,” harapnya.

BACA JUGA :  Ada PNS yang Terima Bansos?

Kalau sampai sampai bulan puasa minyak goreng masih langka, maka ini akan mempengaruhi harga kebutuhan yang lainnya. “ Kami berharap agar dilakukan operasi pasar, seperti yang dulu pernah dilakukan,” pintanya.  Pantauan koran ini di beberapa toko modern, di Kecamatan Gerung, minyak goreng menghilang.”Minyak goreng masih kosong. Kita nggak tau kapan ada stoknya,” ungkap petugas kasir Alfamart di Gerung.

Menanggapi permintaan masyarakat, kepala Dinas Perindag Lombok Barat, H. Muhur Zokhri, mengatakan, operasi pasar masih menunggu informasi dari Dinas Perindag Provinsi NTB. Ia mengaku sudah bersurat ke provinsi agar digelar OP di wilayah Lombok Barat.” Kita sudah bersurat ke provinsi, tunggu infonya dulu,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kasus PMK Bertambah, Aktivitas Jual Beli Sapi Dihentikan

Sampai saat ini belum ada informasi lanjutan dari provinsi. Oleh karena itu pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan provinsi, dalam hal ini instansi terkait. Karena yang melakukan OP adalah Pemprov seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dinas Perindag Lobar hanya menyiapkan lokasi.” Kemarin itu kita hanya siapkan tempat saja, yang menentukan dan pelaksana dari provinsi,” tegasnya.(ami)