Dewan Setujui Hibah Lahan untuk UIN Mataram

PARIPURNA: Sidang paripurna persetujuan hibah lahan untuk UIN Mataram (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Permohonan hibah lahan oleh Universitas Negeri (UIN) Mataram  kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat disetujui oleh DPRD melalui sidang  paripurna yang digelar, Senin (20/5).

Sidang paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Lombok Barat Imam Kafali dan dihadiri anggota, dari eksekutif ada Pj. Sekda Lombok Barat dan pihak UIN Mataram sendiri. Persetujuan hibah lahan ini dibacakan oleh juru bicara gabungan komisi Hendra Harianto.  Pemkab Lombok Barat menghibahkan lahan untuk pembangunan kampus Fakultas Ilmu Kesehatan dan Politeknik, Laboratorium Sosial (Interpreneurship) dan arena olahraga (sport hall).”Pada prinsipnya setuju terhadap permohonan hibah tanah Pemda untuk pembangunan kampus III UIN Mataram di Kabupaten Lombok Barat,” tegas Hendra.

Meskipun sudah disetujui, DPRD memberikan masukan dan
saran kepada pihak eksekutif untuk menjadi perhatian dan dapat ditindaklanjuti
antara lain UIN Mataram secepatnya membangun kampus sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi daerah khususnya dalam rangka peningkatan SDM. “ Kami harapkan agar
pihak civitas akademika memberikan prioritas kesempatan belajar bagi putra=putri Lombok Barat yang lebih luas di di masa yang akan datang. Pada dasarnya kami setuju. Akan tetapi dalam hal ini kami juga meminta harus ada bagi Lombok Barat khusus
bagi mahasiswa yg berasal dari Lombok Barat agar mendapatkan keistimewaan misalnya besaran SPP yang berbeda dengan mahasiswa dari luar Lombok Barat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Remaja Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang

Selanjutnya diminta kepada pihak pemerintah daerah agar memberikan deadline waktu
kepada UIN Mataram membangun kampus. Jika dalam tenggat waktu yg sudah diberikan pihak UIN tidak melaksanakannya, maka pemerintah daerah bisa mengevaluasi hibah tersebut guna menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Tanah Pemda harus benar-benar produktif maka penerima hibah harus dapat memastikan bahwa hibah tanah Pemda digunakan dengan efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi lembaga pendidikan dan masyarakat sekitarnya.
Untuk menjamin tidak terjadinya konsekuensi hukum yang tidak diharapkan dikemudian hari akibat hibah tanah Pemda ini agar bisa dipastikan pemberi dan penerima hibah memahami semua regulasi dan persyaratan yang terkait dengan hibah tanah tersebut. Ini termasuk hukum daerah, persyaratan
administratif, dan kewajiban yang harus dipenuhi. Selanjutnya penerima hibah diminta membuat rencana penggunaan tanah yang jelas dan terperinci. Menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta strategi
untuk mencapainya.”Untuk dapat memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat Lombok Barat, agar penerima hibah melibatkan semua pihak yang berkepentingan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan pihak-pihak terkait lainnya. Partisipasi mereka dapat membantu memastikan proyek berjalan lancar dan mendapat dukungan yang diperlukan,” tegasnya.

Pemda dan penerima hibah hendaknya tetap melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap penggunaan tanah dan pencapaian tujuan. “ Demi menjamin terlaksananya program partisipatif, agar tetap menjaga komunikasi yang efektif antara semua pihak yang terlibat. Informasikan perkembangan proyek secara berkala dan pastikan adanya saluran komunikasi yang terbuka untuk menerima masukan dan saran,” paparnya.

Baca Juga :  Farin-Khairatun Gelar Deklarasi

Guna menjamin adanya proses pembangunan berkelanjutan, agar tetap dilakukan identifikasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi penggunaan tanah dan rencanakan langkah-langkah mitigasi. Risiko dapat berupa perubahan regulasi, masalah lingkungan, atau konflik dengan masyarakat
setempat.

Sementara itu Pj. Sekda Lombok Barat H. Fauzan Husniadi mengatakan adapun data tanah yang akan dihibahkan berupa tanah seluas 31.700 m2 terletak di Desa Gapuk Kecamatan Gerung. Status tanah yang akan dihibahkan memenuhi ketentuan Permendagri nomor 19 tahun 2016.

“ Lokasi tanah yang dimohon berdekatan dengan Rumah Sakit Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Diharapkan dengan kedekatan geografis tersebut, terbangun kemitraan strategis dalam penyediaan sumber daya manusia di bidang kesehatan, serta untuk pengembangan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi kesehatan untuk menunjang pelayanan kesehatan di semua tingkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Lombok Barat.

Pembangunan tempat pendidikan tinggi, dapat diartikan pula sebagai pembangunan sebuah pusat peradaban dan keramaian. Dan pusat peradaban dan keramaian yang berkembang, biasanya selalu membuka kesempatan untuk
peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,
baik untuk masyarakat sekitar,” ungkapnya.(ami)

Komentar Anda