Dewan Sesalkan Paket Menginap di Bali

Made Slamet (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Menyikapi soal langkah PT ITDC dan MGPA yang lebih menjual paket blunding nonton MotoGP bagi penonton dengan menginap di Bali, mendapatkan reaksi dari berbagai kalangan. Tidak hanya para pelaku asosiasi periwisata tapi juga para anggota DPRD NTB.

Mereka menilai langkah tersebut sangat keterlaluan dilakukan. Mengingat, event akbar balap motor paling bergensi di dunia akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok pada 18-20 Maret mendatang. Tak heran, jika kemudian banyak kalangan yang kecewa. “Saya belum melihat ada dibuat paket yang dijual ITDC nonton MotoGP menginap di Bali. Kalau itu terjadi sangat keterlaluan, memestinya janganlah. Ini harus tindak,” sesal anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamet kepada Radar Lombok, Kamis (17/2).

Jika itu betul dilakukan, sambung Made, maka sama artinya ITDC selaku pengelola KEK Mandalika lebih mementingkan Bali ketimbang NTB. ‘’Masa NTB hanya dijadikan tempat kecing, kemudian menginapnya di Bali. Itu nggak bagus dibuat ITDC,” sesal politisi PDIP ini.

Kata Made, semesti ITDC harus lebih memprioritaskan NTB sebagai tempat menginap bagi para penonton MotoGP, tidak kemudian membuat paket menginap di Bali. Karena lokasi acara bukan di Bali melainkan event akan berlangsung di NTB. “Ini sangat kami sesalkan, kalau memang itu terjadi jelas NTB kecolongan dengan ulah ITDC,” katanya.

BACA JUGA :  Kasus Penemuan Ladang Ganja di Batulayar, Polisi Sebut Bob Berbohong

Made juga menyesalkan dinas pariwisata sebagai mitra kerja komisi II. Seharusnya dinas terkait berkomunikasi jika kondisinya seperti itu. Dengan demikian, maka komisi II bisa bersikap dengan memanggil pihak ITDC untuk memberikan klarifikasi. Dewan bisa menanyakan alasan ITDC menjual paket nonton MotoGP dengan tetap menginap di NTB. Apalagi, penginapan di NTB khususnya di Lombok masih banyak yang kosong. “Seharusnya dinas pariwisata mengetahui hal ini. Mereka kan patner kami, tapi selama ini kami tidak diajak. Kalau diajak ya pasti kami panggil ITDC,” ucapnya.

Untuk itu, Made berharap kepada pemprov melalui dinas pariwisata segara merespons masalah tersebut dan segara melakukan koordinasi dengan pihak ITDC. Jangan malah dibiarkan begitu saja. “Karena tidak perlu harus nunggu dewan kok. Kan gubernur bisa langsung mengkoordinasikan. Karena tidak boleh ada negara dalam negara di sini. Kalau itu dilakukan sama dengan negara dalam negara namanya. Itu tidak boleh,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Bulldozer Bandara Mogok, Empat Pesawat Gagal Mendarat

MGPA selaku bagian dari ITDC Group sebelumnya telah mempromosikan paket bundling untuk menyaksikan perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2022 di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022. Dengan menawarkan paket bundling mulai harga Rp 8,9 juta per pax untuk bundling dengan tiket Grandstand Premium dan mulai dari harga Rp17,2 juta per pax untuk bundling dengan tiket VIP Hospitality Suites Deluxe Class, yang dapat dibeli melalui platform Xplorin (xplorin.bigtix.io).

Paket yang ditawarkan ini termasuk tiket menonton Grandstand Premium atau VIP Hospitality Suites Deluxe Class di hari Minggu 20 Maret 2022, lengkap dengam tiket pesawat roundtrip Denpasar-Lombok Praya-Denpasar, menginap 3 hari 2 malam di hotel berbintang 4 dan 5 di The Nusa Dua periode 19-21 Maret 2022 (termasuk sarapan), transportasi/airport transfer dari dan menuju hotel dari dan menuju sirkuit, serta swab antigen. (sal)