Dewan Rekomendasikan Pembongkaran Material Jalan

MINTA DIBONGKAR: Komisi III DPRD Lombok Tengah saat menijau pembangunan jalan dan meminta sejumlah titik ruas pembangunan jalan yang rusak agar diganti materialnya (DHALLA/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Buruknya pembangunan sejumlah ruas jalan kembali ditemukan Komisi III DPRD Lombok Tengah, kemarin (16/11).

Komisi pimpinan Muhammad Humaidi pun tak segan-segan mengeluarkan rekomendasi pembongkaran material di sejumlah titik ruas jalan. Rekomendasi ini dialamatkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (PUESDM) dan kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut. Di antaranya ruas jalan Mangkung-Selong Belanak sepanjang 12 kilometer yang dikerjakan PT Surya Karya Sari (SKS). Kemudian jalan Montong Buwuh-Darek sepanjang 3,3 kilometer dan Darek-Embung Ajan sepanjang 3,22 kilometer yang dikerjakan PT Bahagia Bangun Nusa.

Pada jalan ini ditemukan ada beberapa kesalahan yang dilakukan pelaksana pembangunan. Seperti material yang kandungan airnya sangat tinggi. Sehingga menyebabkan jalan tidak padat dan sudah terkelupas. ‘’Kita rekomendasikan agar materialnya diganti dengan yang lain. Itu (yang rusak, Red) kita suruh bongkar,’’ tegas Humaidi saat meninjai sejumlah pembangunan jalan di wilayah Praya Timur dan Janapria, kemarin (16/11).

Temuan lainnya juga terjadi di ruas jalan Montong Buwuh-Darek. Di mana sejumlah talud belum dipasang, sehingga pihaknya meminta agar segera dipasangkan. Material di ruas jalan Darek-Embung Ajan juga terdapat kesalahan. Di mana beberapa titik terdapat penolakan oleh warga.

Warga ini meminta agar tanahnya dibayarkan oleh pemerintah. Pihaknya sudah meminta Dinas PUESDM berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat memfasilitasi warga tersebut. ‘’Itu bentuk rekomendasi kita pada tinjauan pertama,’’ ujarnya.

Kemudian pada tinjauan hari kedua juga demikian. Seperti di jalan Jerujuk-Lelong Kecamata Praya Tengah. Ditemukan ada beberapa material jalan juga sudah terkelupas. Sehingga perlu dibongkar dan diganti materialnya dengan yang lain.

Tak terkecuali di jalan Prako-Baleka. Pihaknya juga menemukan ada beberapa titik pada ruas jalan terkelupas. Kemudian tidak ada talud dan gorong-gorong yang mengancam rumah warga akan genangan air. ‘’Semuanya sudah kita minta untuk diperbaiki yang buruk ini,’’ ujarnya.

Kemudian ruas jalan Ganti-Janapria dan Janapria-Montong Gamang. Ditemukan lapis pondasi atas (LPA) tidak sesuai ketinggian. Yang seharusnya 10 centimeter dilapisi 9 centimeter, sehingga harus ditambah. ‘’Kita juga minta untuk dilakukan talud. Ada beberapa titik yang sudah ditalud tapi pakai talud lama. itu tidak efektif karena materialnya terbuang,’’ ujarnya.

Politisi PKS ini mengaku, pihaknya tak hanya akan memantau saat ini saja. Tetapi seterusnya hingga jalan itu rampung. Pada awal Desember nanti, pihaknya juga akan kembali turun untuk mengecek perkembangan pembangunan jalan tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang setiap orang di sejumlah ruas pembangunan jalan. Mereka diminta untuk mengawasi setiap tahapan pembangunan jalan tersebut. ‘’Ini sebagi bentuk tanggung jawab kami terhadap pembangunan infrastruktur jalan yang selalu menjadi sorotan warga ini,’’ tandasnya.

Sementara Kabid Bina Marga Dinas PUESDM, Abdul Kadir mengaku, siap melaksanakan semua rekomendasi dewan tersebut. Pihaknya sudah memberitahukan kepada kontraktor terkait agar melaksanakan semua rekomendasi tersebut. ‘’Kita siap melaksanakan rekomendasi dewan ini,’’ katanya. (dal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid