Dewan Prihatin Maraknya Aksi Pencurian di Perkantoran

illustrasi

MATARAM — Ternyata aksi pencurian di lingkungan perkantoran tak hanya menyasar Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Pejanggik saja. Namun aksi pencurian itu juga terjadi di perkantoran lainnya di lingkup Pemerintah Kota Mataram. Seperti Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kantor Depo Arsip di Jempong, dan Kantor Kecamatan Mataram, yang jug pernah diobok-obok oleh kawanan maling.

Tak ayal maraknya aksi kasus pencurian ini menjadi perhatian serius pihak Komisi I DPRD Kota Mataram. Waki Ketua DPRD Kota Mataram Herman mengaku miris dengan banyaknya kasus pencurian yang menyasar kantor-kantor pemerintah di lingkup Pemkot Mataram.

“Padahal sudah ada petugas keamanan, dalam hal ini personil Sat Pol PP Kota Mataram yang ditempatkan untuk menjaga. Namun masih saja ada kejadian pencurian. Tentu kami sangat sayangkan, dan sangat miris. Baru kali ini terjadi di Kota Mataram, dengan komplek perkantoran yang cukup kecil,” katanya kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (24/6).

BACA JUGA :  Rp 1 Miliar untuk Jalan Usaha Tani

Informasi yang dihimpun Radar Lombok, kawanan maling membobol dengan leluasa. Bahkan sejumlah aset daerah berhasil diembat. Seperti di Disnaker Kota Mataram, laptop dan beberapa barang berharga lainya lenyap. Sedangkan di Depo Arsip Kota Mataram, satu alat mixer untuk bahan restorasi arsip juga diembat maling.

Karena itu, pihaknya menyarankan untuk pejagaan perkantoran, hendaknya semua kantor merekrut tenaga keamanan, dan tidak hanya menempatkan personel Sat Pol PP saja. “Kalau penjagaan ketat dilakukan petugas Sat Pol PP saja, kami sih kurang setuju. Kita khawatir itu malah menimbulkan kesan kantor pemerintah menjadi seram, sehingga berdampak kepada psikologis masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik,” jelasnya.

BACA JUGA :  Hobi Olahraga Berbuah Prestasi

Selain itu, Politisi Gerindra ini juga menyarankan Pemkot Mataram meningkatkan pengamanan, dengan melengkapi CCTV (kamera) yang dapat memantau setiap sudut di perkantoran. “Karena secara Tupoksi, pihak Sat Pol PP itu bukan penjaga kantor, tetapi menegakkan Perda dengan menjaga ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum). Kita harapkan ada tindakan tegas untuk mengatasi aksi kriminalitas (pencurian) di Kota Mataram,” tegasnya.

Sementara Camat Mataram, Zarkasy menuturkan kejadian pencurian di kantornya itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Satu unit laptop milik kecamatan diembat maling, dan kejadian itu juga sudah dilaporkan ke Polsek Mataram. “Kita minta diusut tuntas, dan beberapa barang bukti juga sudah diserahkan ke aparat untuk diselidiki,” singkatnya.  (dir)