Dewan Pertanyakan Penertiban Bangunan di Cilinaya

DISEGEL : Bangunan toko di Jalan Cilinaya disegal pihak Dinas Tata Kota dan Kementerian ATR.

MATARAM– Penertiban bangunan yang dilakukan oleh petugas Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) terhadap bangunan di samping Mataram Mall di kawasan Cilinaya mendapat perhatian Komisi III DPRD Kota Mataram. Sebab bangunan yang ditertibkan tersebut telah berdiri sejak lama dan baru sekarang ditertibkan.

Sebagaimana diketahui, belasan toko di atas saluran tepatnya di Jalan Cilinaya sebelah barat Mataram Mall sudah berdiri sejak lama. Masalahnya kenapa baru sekarang ditertibkan. Sementara bangunan baru yang jelas-jelas melanggar aturan justru tidak ditertibkan oleh Pemkot Mataram.”Kenapa  bangunan yang lama yang ditertibkan? Bangunan baru yang jelas melanggar tata ruang kenapa dibiarkan?” ungkap anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Rangga Dani M. kepada Radar Lombok kemarin.

Jika mau melakukan penertiban katanya, seharusnya dilakukan secara menyeluruh termasuk bangunan besar yang ada di sebelah barat toko tersebut juga secara nyata melakukan pelanggaran. Dinas Tata Kota ini seharusnya jangan tebang pilih.

Politisi PKPI ini mempertanyakan kinerja Dinas Tata Kota dimana untuk penertiban tata  ruang harus dilakukan langsung pemerintah pusat. Kalau memang jelas melanggar kenapa tidak dari dulu saja ditertibkan dan dipasangkan plang peringataan.” Selama ini Tata Kota tidak melihat kalau itu pelanggaran,” ungkapnya.

Anggota DPRD lainnya, I Ketut Sugiartha menilai kebijakan penertiban tata ruang di Kota Mataram 100 persen didukung oleh dewan. Bagaimanapun  setiap pelanggaran tata rung itu mamang harus ditertibkan sesuai dengan aturan undang-undang yang ada. Namun di satu sisi pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan warga yang menempati bangunan yang ditertibkan tersebut.  Kalau disegel  otomatis mereka tidak bisa berjualan lagi. “Pemkot harus mencarikan jalan keluar yang terbaik,” tegas Ketua Fraksi Partai Gerindra ini.

Ia menyebut keberadaan toko yang dipermasalahkan ini sudah berdiri sejak lama, bahkan toko ini ada sebelum Peraturan Daerah (Perda) Tentang Tata Ruang tahun 2011 ini ada. Tetapi  kalau dilihat dari lokasi memang sudah melanggar tata ruang karena toko tersebut berdiri diatas saluran di Jalan Cilinaya. Namun bisa jadi bangunan ini bisa bertahan karena  mungkin dulu ada izinnya sehingga bisa dibiarkan tetap berdiri, tetapi sekarang karena ada aturan dan undang-undang yang baru, maka keberadaan  bangunan ini harus ditertibkan." Pemerintah dan pemilik toko harus duduk bersama." sarannya.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota HL. Junadi mengatakan, Pemkot Mataram mengupayakan akan merelokasi pedagang dengan lokasi baru yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya. Pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemilik pura dalem  Karang Jangkong." Kita akan relokasi mereka yang tokonya disegel,” kata Junaidi.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid