Dewan Pertanyakan Pencopotan Dedi

MATARAM – Mutasi yang dilakukan Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh belum lama ini mendapat sorotan. Diantaranya, kalangan DPRD Kota Mataram mempertanyakan alasan pencopotan Dedi Supriyadi sebagai kepala Dinas Kebersihan dan menggantinya dengan seorang pelaksana tugas (Plt). Padahal masalah sampah masih membutuhkan penanganan serius. Dedi diplot menjadi kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggantikan almarhum H. Supardi.

Yang mempertanyakan masalah ini adalah Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska kemarin.  Politisi PDIP  ini mempertanyakan maksud wali kota mengganti Kadis Kebersihan padahal saat ini masalah kebersihan masih menjadi sorotan. Wali kota justru menunjuk seorang Plt.” Kita belum tau apa maksudnya. Belum ada penjelasan dari wali kota,” ungkap Wiska kepada Radar Lombok.

Wiska mengatakan mutasi memang menjadi hak wali kota. Namun sebelum menentukan kebijakan, wali kota harus melakukan kajian-kajian menyangkut dampak kebijakan yang akan diambil. Dinas Kebersihan misalnya. Saat dipimpin oleh kepala definitif saja masalah sampah tidak beres, apalagi jika dipimpin oleh seorang pelaksana tugas. Dinas yang dipimpin oleh seorang pejabat yang rangkap jabatan tentu tidak akan maksimal menggarap pekerjaan yang ada.” Sekarang Pak Kemal Islam rangkap jabatan, jadi Kadis Pertamanan dan jadi Kadis Kebersihan,” ungkapnya.

Banyak desas-desus yang beredar bahwa Kemal Islam memang dipersiapkan menjadi Kepala Dinas Kebersihan. Sebab dalam Perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Pertamanan, Dinas Kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) dilebur menjadi satu. Ini pun dibenarkan Wiska. “ Bisa jadi wali kota mempersiapkan Pak Kemal menjadi kepala dinas di OPD yang baru,” paparnya.

Tiga SKPD tersebut akan dilebur menjadi satu bidang. Kemungkinan wali kota memberikan tes kepada Kemal apakah ia mampu melaksanakan tugas dengan baik atau sebaliknya. Di sektor pertamanan, ia mengakui kinerja Kemal  cukup bagus.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram I Gede Sudiartha mengingatkan wali kota untuk selektif memilih pejabat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.”Wali kota harus selektif menunjuk pimpinan SKPD,” harapnya.

Jangan seperti apa yang terjadi selama ini, pimpinan SKPD yang ditunjuk tidak bisa bekerja dan tidak berani melakukan inovasi. Politisi Gerindra ini menyebutkan ada beberapa pimpinan SKPD yang justru ditempatkan tidak sesuai skill. Sebagai komisi yang membidangi masalah aparatur pemerintahan, saat pelaksanaan mutasi nanti untuk pengisian SKPD yang baru, pihaknya  berpesan agar wali kota selektif.

Terhadap pergantian Kadis Kebersihan, Waki Kota Mataram H. Ahyar Abduh saat ditanya beberapa waktu lalu mengatakan untuk sementara dinas ini dipimpin seorang Plt.” Pimpinan Dinas Kebersihan bisa dilakukan oleh Plt untuk sementara,” ungkap Ahyar.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid