Dewan Optimis Sirkuit MotoGP Rampung

TINJAU: Jajaran Komisi IV DPRD Provinsi NTB saat meninjau progres pembangunan surkuit MotoGP Mandalika, Rabu (24/2). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kalangan Komisi IV DPRD Provinsi NTB kembali turun memantau progres pembangunan sirkuit MotoGP KEK Mandalika, Rabu (24/2).

Para anggota DPRD ini mengajukan sejumlah pertanyaan soal progres pembangunan sirkuit MotoGP. Salah satunya adalah yang menjadi keraguan masyarakat selama ini, bahwa pembangunan sirkuit akan rampung sesuai target. Apalagi bisa digunakan langsung tahun ini sesuai rencana, kebanyakan masyarakat menilai itu mustahil. ‘’Saya menanyakan keraguan masyarakat ini kepada ITDC selaku pihak pengelola,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD PRovinsi NTB, H Achmad Puaddi FT usai meninjau pembangunan sirkuit MotoGP, kemarin.

Puaddi mengaku telah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak ITDC. Bahwa progres pembangunan fisik sirkuit MotoGP sudah mencapai 50 persen. Seluruh pembangunan fisik itu harus tuntas bulan Juli 2021 ini.

Estimasinya, kata Puaddi, bulan Maret, April, Mei, hingga Juni, seluruh bagian lapen pondasi atas (LPA) harus sundah tuntas. Kemudian bulan Juli tinggal dilakukan pengaspalan saja. ‘’Makanya kami yakin akan rampung sesuai target,’’ tambah politisi Partai Golkar ini.

Keyakinan Puaddi ini dilandasi pemahaman baru akan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika. Selama ini, jelasnya, pemahaman masyarakat akan pembangunan itu dilengkapi dengan tribun dan fasilitas pendukung lainnya. Anggapan sebagian besar masyarakat itu tentu saja salah.

Tugas dan tanggung jawab Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) adalah pembangunan fisik semata. Sekarang pembangunan fisiknya sudah mencapai 50 persen. Setelah itu, maka tugas dan tanggung jawab ITDC selesai. ‘’Makanya saya yakin pembangunan sirkuit ini bisa rampung. Perkiraan saya sebelumnya juga agak ragu. Tapi setelah menanyakan, saya jadi tahu,’’ tandasnya.

Keyakinan sama ditimpali anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTB, H Ruslan Turmuzi. Dia menerangkan, pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika sifatnya ada dua macam, yakni permanen dan nonpermanen. Pembangunan permanen ini bentuknya fisik semata yang menjadi tugas dan tanggung jawab ITDC.

Sekarang ini, sambung Ruslan, pembangunan sirkuit MotoGP berjalan tak kurang dari 100.000 kubik per jam untuk alat pencampuran aspal (AMP). Dengan progres ini, maka target pembangunan sirkuit MotoGP akan bisa rampung. ‘’Jadi Maret, April, Mei, Juni itu, semua LPA sudah tuntas. Juli semuanya sudah diaspal,’’ terangnya.

Nah, lanjut Ruslan, mulai bulan Juli, Agustus, dan September, semua pembangunan nonpermanennya sudah tuntas. Pembangunan nonpermanen ini meliputi panggung penonton, publikasi dan dokumentasinya akan dilakukan pihak lain dalam waktu tiga bulan itu. Bukan dilakukan ITDC sebagaimana pandangan masyarakat kebanyakan selama ini. ‘’Jadi bulan Juli nanti tugas dan tanggung jawab ITDC sudah selesai untuk pembangunan fisik permanennya,’’ tegas Ruslan.

Apalagi, katanya, PT Pembangunan Perumahan (PP) milik BUMN adalah satu-satunya perusahaan terbaik yang bisa dipercaya menuntaskan pembangunan fisik ini. Untuk itu, Ruslan meminta agar semua masyarakat mendukung dan yakin dengan pembangunan. Mengingat, banyaknya kelebihan yang bisa disumbangkan KEK Mandalika kedepannya.

Soal fisik saja, tutur dia, pembangunan KEK Mandalika di atas 1175 hektare akan menjadi pembangunan super prioritas. Dan, sirkuit MotoGP Mandalika sendiri akan menjadi sirkuit terindah di dunia. Sirkuit ini akan melintas empat pemandangan sekaligus, yakni danau, pantai, pegunungan, dan hotel. ‘’Jadi masyarakat harus yakin sekarang. Mari dukung pembangunan sirkuit kita ini,’’ ajaknya.

Lebih dari itu, sambung Ruslan, keberadaan KEK Mandalika pada umumnya akan mampu menyerap 16.000 tenaga kerja dan membangun 21.000 kamar hotel. Namun, estimasi ini akan ditergetkan selama kurun waktu 25 tahun. ‘’Bukan ujuk-ujuk seperti yang kita bayangkan sekarang ini, bukan,’’ katanya.

Selain itu, event MotoGP ini juga menargetkan hingga 30-60 ribu penonton. Jumlah itu diestimasikan jika waktu event penyelenggaraan MotoGP masih dalam suasana pandemi Covid-19. Jika bencana nonalam ini sudah tidak ada lagi, maka tergetnya mencapai 100.000 lebih pengunjung.

Estimasi ini juga sudah diantisipasi andaikata para penonton tidak bisa mendapatkan kamar. Pihak ITDC akan menyiapkan tenda untuk penonton MotoGP. ‘’Makanya semua ini harus kita dukung. Kalau tidak didukung, bisa sama dialihkan ke tempat lain,’’ katanya.

Sebab, Ruslan melanjutkan, sekarang ada lima destinasi wisata lainnya yang masih menunggu perkembangan pembangunan KEK Mandalika. Di antaranya Jogjakarta, Danau Toba, Labuan Bajo, Sekupang Manado, dan Sumatra Utara. ‘’Makanya sekarang ini kita perang bintang. Kalau kita tidak segera, ya bisa disalip daerah lain,’’ ujarnya. (dal)