Dewan Minta WP Besar Dikejar

HM. Zaini (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM-Belum tercapainya target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB ) Kota Mataram sampai jatuh tempo tanggal 29 Agustus lalu diakibatkan salah satunya oleh banyaknya wajib pajak (WP) besar yang notabene adalah para pengusaha yang belum membayar pajak. Dari target yang ada, Pemkot masih harus mengejar sekitar Rp 4 miliar lagi.

Catatan Dispenda Kota Mataram sampai akhir bulan Agustus, realisasi penerimaan PBB Kota Mataram berada di angka Rp 18 miliar dari target Rp 22 miliar. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram meminta Dispenda terus mengejar WP yang masih menunggak.”Harus dikejar itu WP besar yang masih nunggak pajak,” ungkap HM. Zaini, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram kemarin (7/9).

Dinas harus jemput bola.  Jangan hanya kepada wajib pajak kecil saja, wajib pajak yang besar harus diutamakan. Karena dari mereka pendapatan lebih besar. Rata-rata pajak mereka diatas Rp 15 juta.

Jik target tercapai, maka itu akan menjadi hutang dinas pada tahun yang akan datang.”Jangan sampai jadi hutang kalau tidak bisa tercapai,” terangnya.

Agar target bisa tercapai, dinas harus aktif turun ke lapangan. Selain fokus pada pembayaran WP yang besar ini, WP kecil-kecil juga menjadi perhatian dengan cara turun langsung juga.

Dinas punya mobil kelilin. Mobil keliling disarankan semakin aktif turun menerima pembayaran dari masyarakat. Dalam waktu dekat dewan akan memanggil pihak Dispenda soal realisasi penerimaan PBB yang sampai jatuh tempo belum mencapai 100 persen.” Nanti akan coba kita panggil kepala dinasnya,” ungkap politisi Demokrat ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Mataram HM. Syakirin Hukmi mengaku pihaknya bersama tim sudah bekerja maksimal dan optimis sisa yang Rp 4 miliar akan tercapai. Ia menjelaskan, kalau di hitung dengan target PBB sebelum APBDP, angka capaiannya sudah 90 persen dari Rp 19 persen yang ditargetkan. Tetapi dalam APBD target tersebut dinaikkan menjadi Rp 22 miliar.” Kita optimis sampai akhir tahun bisa tercapai,” terangnya.

Soal jemput bola,  hal ini sudah dilakukan. Mobil keliling selalu setiap hari turun ke lapangan bahkan sampai malam hari.”Sampai malam hari kami masih menerima pembayaran," ungkapnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut