Dewan Minta Wacana Penghapusan Event WSBK Dikaji Ulang

M Tauhid (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYADewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah angkat bicara terkait rencana penghapusan event WSBK di Sirkuit Mandalika akibat meninggalkan utang. Para wakil rakyat merasa sangat kecewa dan meminta kepada manajemen ITDC dan MGPA untuk mengkaji ulang terkait dengan rencana itu.

Ketua DPRD Lombok Tengah, M Tauhid mengatakan, berbagai event yang berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tidak hanya memberikan dampak untuk pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Tengah, tapi juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sehingga sangat disayangkan adanya rencana penghapusan event WSBK ini. “Kami minta rencana penghapusan event WSBK ini ditinjau kembali. Penyelenggara kita harapkan mengkaji ulang sebelum event ini dihapus, karena event ini tidak hanya berbicara keuntungan atau rugi penyelenggara. Tapi ada multiplier effect yang didapatkan oleh masyarakat baik pelaku pariwisata dan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lainnya,” ungkap M Tauhid, Senin (19/6).

Baca Juga :  Pemkab Loteng akan Bayar Utang ke SMI Mulai Tahun Depan

Dengan adanya berbagai event di Sirkuit Mandalika salah satunya WSBK, maka sudah tentu tingkat hunian hotel mengalami peningkatan cukup drastis, kunjungan wisata meningkat drastis yang membuat geliat perekonomian warga berkembang pesat. Maka berbagai dampak inilah yang seharusnya dipertimbangkan oleh penyelenggara dan bukan hanya membicarakan kerugian mereka. “Dengan adanya WSBK kita ada pemasukan PAD dari pajak hiburan dan lainnya walaupun belum memenuhi target. Tapi paling tidak ada kontribusi untuk PAD dengan adanya berbagai event ini, maka seharusnya yang dipikirkan bagaimana mendatangkan wisatawan dengan membuat banyak event, bukan malah menghapus event. Jadi kita sangat sayangkan adanya rencana penghapusan event ini,” sesalnya.

Politisi Gerindra ini menegaskan, alasan kerugian hingga ratusan miliar baginya bukan alasan yang tepat. Karena dalam sebuah usaha untuk tahun awal itu sudah biasa mendapat kerugian. Sehingga seharusnya itu yang menjadi evaluasi agar kedepan berbagai promosi dan strategi lainnya dalam mendatangkan wisatawan bisa dilakukan dengan maksimal. “Yang jelas kami dari dewan sangat menyayangkan dan tentu sangat kecewa, makanya kita minta untuk dikaji ulang karena kita jangan hanya berbicara keuntungan tapi kita juga harus melihat multiplier effect terhadap peningkatan ekonomi masyarakat NTB. Kalau saat ini kita terlalu dini membicarakan keuntungan karena tahun pertama, tentu kita ada promosi dan lain sebagainya sehingga kalau rugi merupakan hal yang wajar,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Loteng Diminta Kompak untuk Pilgub

Terlebih saat event berlangsung sebelumnya masih terjadi pandemi Covid-19 yang tentu secara otomatis memiliki pengaruh juga. Namun di sisi lain selama ini berbagai event yang ada di Sirkuit Mandalika sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Saat WSBK dan MotoGP kita masih menggunakan surat vaksin dan lainnya. Sekarang kalau sudah leluasa maka kita yakin hasilnya pasti akan maksimal,” terangnya. (met)

Komentar Anda