Dewan Minta Masterplan Sirkuit Motocross Dibuka ke Publik

MENINJAU: Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah bersama berbagai pihak saat meninjau progres pengerjaan sirkuit motocross di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, beberapa waktu lalu. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah ikut bersuara terkait banyaknya pihak yang penasaran dan menanyakan keseriusan Pemkab Lombok Tengah membangun sirkuit Motocross di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara. Pasalnya, sumber anggaran pembangunan sirkuit tersebut belum jelas sampai sekarang.

Anggota DPRD Lombok Tengah, HM Sidik Maulana bahkan menantang keseriusan Pemkab Lombok Tengah untuk membangun sirkuit tersebut. Pihaknya tidak ingin, pembangunan sirkuit di wilayah utara hanya sekadar menjadi penggembira semata. Pemkab seharusnya bisa membuka masterplan sirkuit yang dihajatkan untuk mengimbangi pembangunan wilayah selatan tersebut. “Karena kami tidak ingin pembangunan sirkuit ini hanya sekadar pencitraan murahan sesaat yang seakan-akan menunjukkan adanya perimbangan perhatian wilayah utara dan selatan.  Malahan kami khawatir pengerjaan sirkuit menjadi terbengkalai lantaran tidak ada sumber anggaran yang jelas,” ungkap M Sidik Maulana, Senin (18/4).

Politisi PKS ini menegaskan, jika memang pemda serius, maka pemda bisa tunjukkan masterplannya seperti apa dan progres tahapan pengerjaannya akan seperti apa. Karena pihaknya tidak ingin masyarakat di-PHP atau diberikan harapan palsu. Untuk itu, dengan tegas pihaknya meminta pemda terbuka kepada publik tentang sumber anggaran, master plan dan progres pengerjaan akan seperti apa. “Jangan sampai hanya membangun lintasannya saja tanpa sarana pendukung lainnya. Karena hanya membangun lintasan saja maka percuma, toh juga nanti lahan itu akan kembali menjadi hutan,” tegasnya.

Ia kembali mempertegas bahwa terkait maraknya pemberitaan motocross di BKU belakangan ini. Jangan sampai hanya sekadar menjadi penggembira semata atau hanya sekadar pencitraan murahan sesaat yang seakan-akan menunjukkan adanya perimbangan perhatian utara dan selatan. Mereka khawatir ini akan terbengkalai mengingat tidak adanya sumber anggaran yang jelas untuk pembangunan itu. “Makanya kalau mau serius maka tunjukkan masterplan-nya seperti apa dan progres tahapan pengerjaannya akan seperti apa pula nantinya. Ini penting dilakukan secara terbuka, supaya kehawatiran kami akan mangkraknya pembangunan ini kedepan tidak terjadi. Intinya kita tidak mau masyarakat kita di-PHP,” tegas Sidik.

BACA JUGA :  Ayo Berbenah Laskar Undru!

Sementara itu, progres pengerjaan sirkuit motocross Lantan kini sudah sudah mencapai 85 persen. Dipastikan dalam waktu dekat, track tersebut akan segera rampung. Sehingga dipastikan juga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross yang akan berlangsung awal November mendatang akan ditonton langsung oleh sekitar 20.000 orang.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menegaskan, khusus untuk track akan segera rampung dalam kurun waktu beberapa hari ke depan. Sehingga kedepan pembangunan akan dilanjutkan dengan pembuatan tribun dan berbagai sarana pendukung lainnya. “Untuk Kejurnas akan dilaksanakan mulai tanggal 6 hingga 9 November mendatang dan akan disaksikan oleh sekitar 20.000 penonton,” ungkap Lalu Pathul Bahri, Senin (18/4).

Ia mengaku untuk pembangunan track ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun dana ia dapatkan dari sumbangan berbagai pihak yang ingin menyukseskan adanya lintasan tersebut, karena dengan adanya sirkuit tersebut akan membawa dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kita punya lahan ketimbang kita tidak manfaatkan maka kita buat sirkuit, setelah itu kita ada yang meminjamkan alat berat. Untuk beli solar ada yang nyumbang dari kades, kadis dan berbagai pihak lainnya. Nanti kalau masalah untuk tribun dan lainnya baru kita pikirkan dananya,” terangnya.

BACA JUGA :  Ketua DPD RI Dukung NTB - NTT Tuan Rumah PON 2028

Ia berharap ke depan sirkuit di Desa Lantan ini tidak hanya untuk menjadi lokasi motocross saja. Tapi sudah dipikirkan juga agar sirkuit tersebut bisa dijadikan sebagai lokasi balapan lotres, hal ini agar tidak lagi terjadi balapan liar yang sekarang mulai marak. “Berbagai pembenahan mulai kita lakukan juga. Karena memang selain Kejurnas yang jumlah penontonya 20.000 tapi kita juga berencana membidik super track,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sirkuit motocross ini tidak lain tujuannya semata-mata untuk menggerakan ekonomi dan penyeimbangan pembangunan antara selatan dan utara. Karena kalau sirkuit motocross ini jadi, maka perbaikan ekonomi diyakini akan semakin baik dan semakin bagus di wilayah utara. “Maka persiapan-persiapannya harus dilakukan, termasuk melatih para marshal juga sudah dilaksanakan,” tambahnya.

Pathul menegaskan kedepan jika fasilitas pendukung sirkuit lengkap, maka empat hingga enam event bisa terlaksana dengan maksimal. Sehingga berbagai fasilitas pendukung juga sudah mulai difikirkan seperti penyediaan penginapan untuk para tamu yang datang. “Termasuk jalan- jalan sudah mulai kita benahi, homstay juga akan kita manfaatkan dengan maksimal. Ini juga kesempatan masyarakat untuk berbenah. Karena nanti bisa rumah mereka dimanfaatkan untuk penginapan,” tambahnya. (met)