Dewan Disarankan Kunker ke Wuhan

Dewan Disarankan Kunker ke Wuhan
DISARANKAN: Anggota DPRD Provinsi NTB disarankan untuk kunker ke Wuhan, China untuk melihat pencegahan virus corona.(AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pimpinan DPRD Provinsi NTB saat ini masih mengkaji rencana kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Pasalnya, virus corona yang menyerang berbagai negara bisa membahayakan para wakil rakyat jika kunker tetap dilaksanakan.

Radar Lombok meminta tanggapan beberapa anggota DPRD NTB. Kali ini, seluruh para wakil rakyat satu suara lagi dalam kebaikan. “Saya sepakat untuk dibatalkan. Virus corona itu membahayakan,” ujar anggota DPRD NTB, TGH Mahalli Fikri kepada Radar Lombok, Senin (2/3).

Politisi Demokrat yang juga ketua komisi V DPRD ini, melihat kunker harus dibatalkan bukan hanya karena ancaman virus corona. Namun masyarakat NTB juga tidak menghendaki para wakil rakyat melakukan kunker ke luar negeri. Anggaran untuk kunker ke luar negeri bisa dialihkan untuk kerja di dalam negeri atau dalam daerah saja. “Dibatalkan saja, ini juga agar tidak ada kritikan tidak sehat dari masyarakat. Selama ini kan begitu. Diganti saja, kita kerja di dalam negeri dan dalam daerah. Saya sendiri juga lebih senang kunker ke dapil,” katanya.

Menurut pria yang juga Ketua PWNW NTB ini, kunker ke luar negeri sebenarnya memiliki banyak manfaat. Bukan hanya untuk menambah wawasan dan memperkaya khazanah keilmuan para wakil rakyat saja. Namun juga untuk memberikan dorongan kepada eksekutif dalam melakukan akselerasi program. “Tapi kan sekarang kondisinya membahayakan,” ucapnya. 

Beberapa anggota DPRD NTB lainnya juga sangat mendukung kunker ke luar negeri kali ini dibatalkan. Hal itu diungkapkan oleh Raden Nuna Abriadi dari PDIP, Khairul Rizal dari Nasdem, Lalu Pelita Putra dari PKB dan lain-lain. Berbeda halnya sebelum virus corona menyerang dunia. Seluruh wakil rakyat sangat senang akan kunker ke luar negeri. “Yang saya serap, mayoritas anggota memilih tidak keluar negeri. Dan memilih memperbanyak kegiatan kunjungan kerja ke daerah pemilihan masing-masing,” ungkap anggota DPRD NTB, Khairul Rizal yang juga suami Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah. 

Anggota DPRD NTB dari PKB, Lalu Pelita Putra menyampaikan hal yang sama. Meskipun, tahun lalu Pelita Putra ikut pergi ke luar negeri. “Sangat setuju dibatalkan. Masih banyak kegiatan penting lainnya yang bisa kita selesaikan,” katanya kini. 

Aktivis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB, Jumi Jumaidi yang sejak awal menolak rencana kunker DPRD NTB ke luar negeri, menyambut gembira adanya rencana pembatalan kunker. Namun, Jumaidi menyayangkan alasan di balik pembatalan tersebut, karena takut virus corona. Selama ini, aspirasi dari masyarakat tidak pernah mau didengarkan agar kunker dibatalkan. Kini, FITRA sendiri mempersilakan jika para wakil rakyat tersebut ingin ke luar negeri. Bahkan, disarankan agar melakukan kunker ke Wuhan, China untuk mendalami masalah virus corona dan penanganannya. “Gak apa-apa mereka jalan-jalan sekarang. Bila perlu langsung ke Wuhan, gak ada yang larang,” ujarnya meledak. 

Belajar dari kasus kali ini, Jumaidi menilai para wakil rakyat harus dikritik dengan pola advokasi serupa corona agar mau mendengar suara rakyat. “Kalau gak mau kunker ke Wuhan, lebih baik segera dibatalkan biar bisa disesuaikan di APBD Perubahan,” sarannya. 

Ditegaskan, pada dasarnya kunker tersebut tidak urgen. Jika alasannya untuk pengembangan pariwisata, bukan tugas wakil rakyat. “Tugas dewan itu legislasi, budgeting dan pengawasan. Gak ada urusan di luar negeri, kecuali hanya untuk jalan-jalan saja,” ucap Jumaidi. (zwr)