Dewan Desak Dikbud NTB Tetapkan Kepsek Lowong

Mori Hanafi
Mori Hanafi.( DOK /RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB agar segera menunjuk kepala sekolah (kepsek) definitif SMA dan SMK dan SLB yang sudah cukup lama lowong. Pasalnya, sekolah yang masih dipimpinan pelaksana tugas (plt), tidak bisa berbuat banyak dalam memajukan pendidikan di sekolah tersebut.

“Kita minta Dikbud NTB supaya segera menunjuk kepsek definitif di SMA dan SMK yang masih dipegang olet Plt,” kata Anggota DPRD NTB, Mori Hanafi kepada Radar Lombok, Kamis (26/9).

Menurut Mori, semestinya tidak ada yang perlu ditunda terkait dengan pengangkatan kepsek definitif. Posisi kepsek dibutuhkan segera, apalagi merupakan manajer untuk menjalankan semua program supaya menjadi berkualitas.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud NTB, H Aidy Furqan menjelaskan sebenarnya meskipun masih plt tidak beda perannya dengan kepsek yang definitif. Hanya saja beberapa yang tidak boleh dilakukan oleh kepsek yang masih plt, diantaranya pemindahan guru kemudian mengambil kebijakan yang sangat strategis terhadap arah pengelolaan sekolah. Kemudian terakit dengan ijazah tidak boleh menandatangani. Dimana sampai saat ini terdapat 25 kepala SMA,SMK dan SLB yang masih lowong.

“Sebenarnya terkait dengan penggantian ini kan sudah lama disiapkan. Tetapi mungkin karena ada pertimbangan pimpinan untuk melakukan evaluasi kembali para kepsek yang ada bahkan yang masih lowong,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada Oktober mendatang Dikbud NTB akan melaksanakan evaluasi kinerja kepsek. Nanti hasilnya ini, apakah tetap bertugas di tempat semula atau di rotasi. Semuanya itu, tergantung hasil evaluasi kinerja sesuai dengan amanat Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 mengamanatkan melakukan penilaian kinerja setiap tahun.

“Di akhir tahun 2019 ini Dikbud NTB akan membuka rekrutmen calon kepsek (Cakep) terutama untuk SMK dan SLB,” pungkasnya. (adi)