Dewan Cium Indikasi Permainan Pupuk

Lalu Hasan Rahman (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Kelangkaan pupuk subsidi maupun non subsidi di Lombok Timur masih terus disorot, termasuk oleh kalangan DPRD. Terjadinya kelangkaan pupuk ini disinyalir karena ulah oknum distributor nakal.

Praktik nakal distributor yang dimaksud yaitu dengan memanipulasi jumlah pupuk yang didistribusikan ke bawah. Di tengah kelangkaan ini pupuk yang dijual seolah jenis pupuk non subsidi. Tapi nyatanya yang dijual dengan harga tinggi itu adalah pupuk subsidi. Kondisi ini menjadi salah satu temuan dewan ketika turun lakukan monitoring belum lama ini.” Kelangkaan pupuk subsidi ini berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Pada dasarnya, pupuk bersubsidi sejatinya sudah beredar di tengah masyarakat. Dan juga pupuk ini sebenarnya tidak langka. Melainkan kelangkaan itu terjadi karena adanya permainan oknum distributor nakal,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Lotim, Lalu Hasan Rahman.

Apa yang dicurigainya itu juga tak lepas dari penjelasan yang disampaikan oleh produsen pupuk, TP Pupuk Kaltim. Dimana untuk pupuk bersubsidi ini sudah lama mulai disalurkan ke masyarakat. Beda halnya dengan pupuk non subsidi yang masih belum sepenuhnya disalurkan. Celah inilah yang dimainkan oleh oknum distributor nakal seolah pupuk yang dijual itu adalah pupuk non subsidi. Padahal ini sebenarnya adalah pupuk subsidi. Masyarakat pun dengan terpaksa harus membeli karena sangat butuh meskipun dengan harga yang mencekik.” Karenanya kita meminta produsen untuk memberi sanksi kepada distributor yang menyimpan stok pupuknya di gudang penyimpanan milik mereka. Kelangkaan pupuk yang dikeluhkan masyarakat karena praktik nakal distributor,” imbuhnya.

Selain itu, permainan pupuk ini juga disinyalir juga dilakukan oleh oknum pengecer. Modus juga sama seperti dilakukan oknum distributor nakal. Dari itu politisi Golkar ini meminta agar subsidi pupuk sebaiknya diberikan dalam bentuk kes, dan biarkan masyarakat yang membeli langsung sendiri pupuk tersebut. “ Dengan cara seperti itu maka para petani bisa lebih kreatif menggunakan pupuk jenis lain. Tidak lagi terlalu bergantung dengan pupuk subsidi ini,” pintanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Lotim, H. Abadi, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap harga penjualan pupuk subsidi baik itu oleh distributor maupun pengecer. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa harga penjualan pupuk ke para petani sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan.

Dinas ini pun mengingatkan ke para distributor maupun pengecer untuk tidak menjual pupuk melebihi harga yang telah ditentukan.Jika ada ditemukan oknum distributor dan pengecer nakal yang menjual pupuk dengan harga yang tinggi dipastikan akan diberikan sanksi dan tindakan tegas.” Jika terbukti memainkan harga pupuk kita tentu akan tinggal diam. Distributor dan pengecer nakal seperti itu akan kita tindak. Bahkan kalau terbukti akan kita proses ke ranah hukum,” tegas Abadi.

Namun sejauh ini kata dia, pihaknya belum pernah menemukan ada distributor maupun pengecer nakal yang memainkan harga pupuk untuk mencari keuntungan yang besar. Meski pun beberapa minggu terakhir ini sempat terjadi kelangkaan pupuk terutama untuk pupuk subsidi.” Harga pupuk secara nasional termasuk di Lotim sudah diatur sesuai Permentan RI.
Dan kami juga tidak akan main-main apabila ada distributor dan pengecer yang berupaya menjual harga pupuk subsidi dengan harga yang tidak normal,” tegasnya.

Berkaitan dengan harga pupuk lanjutnya, jika mengacu surat Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB nomor.521.33/Sarpras/04/Distanbun/2021 semua jenis pupuk telah ditentukan harganya entah itu pupuk bersubsidi maupun non subsidi. Untuk pupuk subsidi jenis urea Rp 2.250 perkilogram, Pupuk SP-36 Rp 2.400 perkilogram, Pupuk ZA Rp. 1.700 kilogram, Pupuk NPK Rp 2.300 kilogram , Pupuk Organik Granul Rp. 800 kilogram dan Pupuk Organik Cair Rp 20.000 liter.” Makanya Kita akan terus memantau perkembangan penyaluran pendistribusian pupuk di wilayah Lotim,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, pupuk bagi para petani di Lotim yang sebelumnya sempat terjadi kelangkaan kini telah mulai tersedia. Bahkan telah mulai disebar untuk kebutuhan para petani di semua kecamatan.(lie)