Dewan Bongkar Penyebab Pemecatan Suhaily

Dewan Bongkar Penyebab Pemecatan Suhaily
DICECAR : DP PDAM Lombok Utara dicecar pertanyaan oleh anggota DPRD Lombok Utara yang berlangsung hingga sore. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kalangan DPRD Lombok Utara memanggil Dewan Pengawas (DP) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Utara untuk memberikan penjelasan terhadap rekomendasi pemberhentian mantan Direktur PDAM H Suhaily.

Pasalnya, pemberhentian Suhaily ini dianggap tidak melalui mekanisme yang jelas sesuai tertuang di peraturan daerah (Perda). Dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan yang hadir dengan durasi waktu yang cukup singkat, membuat DP ini menjawab terbatah-batah. Sembari membuka alasan pemecatan Suhaily dua bulan lebih awal dari massa pensiunnya, dikarenakan Suhaily menolak usulan kerja sama pihak ketiga tersebut. 

Pembahasan yang berlangsung di ruang sidang DPRD ini, Jumat kemarin. Dihadiri semua Komisi yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Djekat Demung didampingi Wakil Ketua Sudirsah Sujanto. Sedangkan dari jajaran DP PDAM langsung dihadiri Ketua DP PDAM Simparudin didampingi Sekretarisnya Zainudin dan satu anggota DP absen H Subartono karena sedang menjalani jadwal check up di RSUD Kota Mataram. “Pemanggilan DP PDAM tidak dalam kapasitas bahwa DPRD membela Suhaily, melainkan meminta klarifikasi dari DP atas pemberhentian mantan direktur dua bulan sebelum masa jabatan berakhir,” ungkap Wakil Ketua I DPRD Lombok Utara Djekat Demung.

Ia menegaskan, Pimpinan DPRD maupun anggota DPRD Lombok Utara telah memperoleh penjelasan dari Suhaily sendiri saat yang bersangkutan direkomendasikan diberhentikan oleh DP. Pemanggilan Suhaily dilatarbelakangi pula oleh Surat Tembusan DP ke DPRD. Djekat melontarkan pertanyaan, umpama tidak memenuhi kriteria syarat kerja sama. ‘’Apakah bapak-bapak (DP) sudah mencermati permohonan dan reviw dari BPKP. Karena kami juga sudah bertanya ke Suhaily kenapa tidak diterima, kalaupun belum sampai apda tingkat kerjasama, lalu apa salahnya Suhaily sehingga harus dievaluasi dan dipecat,” tanyanya.

Menurut politisi Golkar ini, kewenangan yang diambil DP PDAM ini telah menjebak bupati selaku penanggungjawab yang menandatangani Surat Pemberhentian Direktur PDAM. Karena sikap Suhaily yang tegas menolak pihak ketiga (PT Tiara Cipta Nirwana yang disangkat TCN), karena berdasarkan pada hasil reviw BPKP Perwakilan NTB bahwa perusahaan TCN tak memenuhi persyaratan.

Hal senada ditegaskan Ketua Komisi III DRPD Lombok Utara Nasrudin. Menurutnya syarat pemberhentian Suhaily tidak jelas. Lagipula syarat agar PDAM menerima TCN salah satunya berpedoman pada reviu BPKP. “Pertanyaan-pertanyaan kita tidak bisa dijawab oleh Dewan Pengawas, apa yang menjadi dasar pemberhentian mantan direktur. Dewan Pengawas sejatinya tidak punya hak (mengintervensi kerja sama), karena yang boleh lakukan kerja sama adalah direktur,” tegasnya politisi dari partai pengusung paket NASA ini.

Pemberhentian Suhaily ini terdapat perbedaan statemen di internal DP PDAM maupun antara DP PDAM dengan bupati selaku pemegang saham. Salah satu yang dikemukakan, bahwa Bupati dalam LKPJ APBD 2016 menyebut capaian cakupan pelayanan PDAM mencapai 44 persen. Sebaliknya DP PDAM menyebut capaian pelayanan PDAM sebesar 39 persen. “Bapak-bapak harus hati-hati antara statemen DP dengan Bupati harus sama supaya tidak ada keganjilan. Kedua, ini menjadi catatan kami kenapa Subartono tidak hadir,” cetusnya Anggota Komisi I Zarkasy.

Dengan sejumlah pertanyaan yang dilontarkan secara beruntun tersebut. Ketua DP PDAM Simparudin menanggapinya dengan terbatah-batah sembari menjelaskan kronologis pemecatan Suhaily, bahkan pada saat memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan itu sempat melebar ke sana kemari yang juga sempat ditertawakan dan disindir agar tidak melebar. Ketika ditegur dimintai menjelaskan pada penyebab pemecatan Suhaily, ia pun membukanya dimulai dari ihwal kronologi kedatangan proposal TCN, rapat-rapat ekspos TCN, upaya DP PDAM memfasilitasi pertemuan antara PDAM dan TCN hingga penolakan Direktur PDAM atas TCN yang dilandasi reviu BPKP yang menyatakan item proposal TCN tak memenuhi syarat sesuai kerangka acuan Menteri PPN/Kepala Bappenas. “Terus terang saja, saya banyak diskusi kaitan penawaran PT ini. Setelah ekspose di hotel Mina, PT mengajukan penawaran, dilihat oleh direktur apa yang disyaratkan, lahirlah surat itu minta supaya dilengkapi. Setelah dilayangkan oleh direktur, PT tidak menjawab,” ungkapnya.

Di samping itu, sambungnya dalam prinsip kehati-hatian ada aturan yang dijadikan acuan, sehingga direktur minta juga ke BPKP untuk reviuw. “Akhirnya pada tanggal 18 kami terima surat tembusan direktur yang tidak melanjutkan kerja sama dengan TCN,” bebernya.

Ia juga berkata jujur di depan DPRD, bahwa dirinya sudah banyak memberi masukan atau berdiskusi ke para pihak termasuk bagian hukum dan Sekda. “Demi Allah saya jujur tidak pernah berniat inginkan (pecat Suhaily, Red), tapi kenapa seperti itu?,” katanya polos.

Justru ia balik memberikathukan bahwa dirinya diangkat bupati. “Tapi bapak tahu saya ini diangkat Bupati. Kalau pak Subartono berhalangan hadir karena ada jadwal chek up di RSUD Kota,” katanya.

Melanjutkan penjelasan Simparudin, Sekretaris DP PDAM Zainudin memaparkan, penjelasan yang bertolak belakang dengan rekomendasi pemecatan Suhaily. Dikatakannya, kinerja dan evaluasi Direktur lama cukup bagus. Zainudin pun sama mengungkap perihal nama perusahaan yakni PT TCN. Ia berdalih bahwa Bupati telah menyetujui TCN sebagai jawaban atas permintaan rekomendasi PDAM dari Pemegang Saham. “Pihak ketiga diberikan hak oleh UU sebesar 10 persen, dia juga berhak ikuti tender. Sampai sekarang belum ada kerjasama itu, PT TCN hanya pemrakarsa belum tentu dia dapat (lelang),” jelasnya.

Ketika dilontarkan pertanyaan oleh Ketua Komisi I Ardianto, yang menjadi dasar evaluasi karena Suhaily menolak TCN?. Zainudin sempat terdiam beberapa detik dan langsung menjawabnya. “Ya salah satunya itulah,” demikian Zainudin membuka penyebab pemecatan Suhaily. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid