Dewan Bahas RAPBD Kota Mataram 2017

PENYAMPAIAN : Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh menyampaikan pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Mataram tahun 2017.

MATARAM– Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi memimpin sidang paripurna pengantar nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Mataram tahun 2017 kemarin. Ia didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, H. Muhtar, dan dihadiri 34 anggota dewan. Paripurna ini dihadiri Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh didampingi wakilnya, H. Mohan Roliskana.

H. Ahyar Abduh  menyampaikan pengantar nota keuangan RAPBD di hadapan anggota dewan. Ia menyampaikan prediksi pertumbuhan ekonomi makro Kota Mataram tahun anggaran 2017. Dari data pertumbuhan ekonomi yang ada, Ahyar optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan positif dan diharapkan terus meningkat. Untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, kebijakan pembangunan akan tetap difokuskan pada tiga program unggulan yakni pemberdayaan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkotaan.

Gambaran umum RAPBD 2017 jika dibandingkan secara head to head dengan APBD 2016 lanjut wali kota, dapat digambarkan bahwa anggaran pendapatan secara keseluruhan pada tahun 2017 sebesar Rp 1,307 Triliun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp 2, 179 miliar lebih dibanding 2016 yang disebabkan adanya penurunan DAK reguler. Namun PAD tahun 2017 sebesar Rp 300 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp 45 miliar atau 17,65 persen dari tahun sebelumnya.

Secara rinci pendapatan daerah di RAPBD 2017 direncanakan sebesar Rp 1, 307  triliun lebih yang terdiri dari PAD Rp 300 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 930,373 miliar, serta pendapatan daerah yang sah lainnya sebesar Rp 77,409 miliar.

Sementara RAB tahun 2017 direncanakan sebesar Rp 1,358 triliun lebih yang dialokasikan ke dalam poin kebijakan penting; Belanja Tidak Langsung yang direncanakan sebesar Rp 578, 802 miliar lebih atau 42,59 persen dari total belanja, serta Belanja Langsung sebesar Rp 769,913 miliar lebih atau 57,41 persen dari total belanja untuk membiayai kegiatan-kegiatan pokok pelayanan dasar masyarakat seperti untuk pendidikan, kesehatan, keamanan dan kebersihan serta untuk peningkatan infrastruktur daerah. “ Dengan adanya rencana pendapatan sebesar 1 triliun 307 miliar 783 juta rupiah lebih, dan rencana belanja sebesar 1 triliun 358 miliar 971juta rupiah lebih, maka dalam tahun anggaran 2017 RAPBD Kota Mataram terdapat defisit 51 miliar 187 juta rupiah lebih yang selanjutnya akan kami tanggulangi dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2016 atau yang lebih dikenal sebagai SILPA dengan jumlah nilai yang masih bersifat sementara (un-audited) sebesar 66  miliar 639 juta rupiah lebih”, ungkapnya mengakhiri uraian pengantar nota keuangan.

Ketua DPRD yang juga pimpinan sidang paripurna H. Didi Sumardi menyatakan, dewan segera melakukan pembahasan sesuai dengan tahapan-tahapan yang semestinya dengan menjadikan pengantar nota keuangan RAPBD Kota Mataram tahun 2017 ini sebagai bahan pembahasan.

Setelah pengajuan akan dilakukan pembahasan lebih lanjut di masing-masing fraksi, serta pandangan umum nantinya. Fraksi akan melakukan analisa terhadap RAPBD tahun 2017. Dewan menilai Kota Mataram terus berkembang. Dari pendapatan saja setiap tahun naik. “ Kita apresiasi kerja keras Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh selama dua periode ini telah mampu merubah Mataram,” katanya.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid