Desa Wisata Mekarsari Ditarget Buka Akhir April

JADI DESA PENYANGGA: Desa wisata DSP Mandalika Mekarsari yang masih dalam tahap penataan kawasan wisata. (ZULFAHMI/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Desa Mekarsari Kecamatan Narmada  Kabupaten Lombok Barat ditunjuk menjadi Desa Wisata Super Prioritas (DSP) Peyangga Kawasan Mandalika oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) untuk wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Sejak ditetapkan pada akhir tahun 2020 lalu, pemerintah desa setempat bersama warga masyarakat terus bekerja untuk membangun destinasi wisata di Desa Mekarsari. Dari hasil kerja keras itu, desa wisata penyangga ini ditargetkan sudah bisa dibuka akhir bulan April mendatang. ‘’Mohon doa agar akhir April sudah mulai resmi dibuka itu berwisata,” pinta Abdul Satar, Selasa (9/3).

Satar menerangkan, kemasan desa wisata itu sedang dibenahi. Semua objek rekreasi sedang dibangun menunjang tempat wisata ini. Beberapa fasilitas sudah dibangun seperti kolam renang, lokasi olahraga memanah, dan berbagai sarana penunjang lainnya. ‘’Insyaallah selesai bulan ini untuk tempat olahraga memanah,” katanya.

Tidak hanya itu, Satar juga mengaku sedang mengerjakan pembangunan jalan layang atas sawah. Jalan ini ditargetkan bisa selesai dalam waktu dua bulan. Selain membangun sejumlah fasilitas, tidak lupa juga lahan parkir dan pembuatan lapak pedagang. Meskipun penataaan belum selesai, namun  saat ini pengunjung lokal warga sekitar dan warga desa tetangga setiap hari, terutama sore hari selalu ramai datang untuk melakukan kegiatan berwisata di lahan yang dibuat pemerintah desa ini. “Setiap sore sudah ada pengunjung yang datang ke tempat ini,” ujarnya.

Konsep pengembangan desa wisata yang sudah disusun oleh pihak desa  bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Universitas Islam Al-Azhar (Unizar)  Mataram. Rencananya pemdes setempat mengembangkan konsep agrowisata mengingat desa itu sangat berpotensi mengembangkan konsep destinasi wisata berbasis agrowisata. Untuk tahap awal, sudah ada lahan pertanian sekitar 45 are yang akan dikelola pemerintah desa dengan status laha milik Pemkab Lombok Barat. “Ini lahan milik pemerintah kita sewa untuk dimanfaatkan sebagai tempat wisata,” ungkapnya.

Untuk tahap pertama, kawasan ini akan dijadikan sebagai tempat selfie dan rekreasi. Pemdes bersama pokdarwis sudah mulai melakukan penataan terhadap kawasan ini. “Sesuai target rencananya pada tahun 2021, kawasan wisata Desa Mekarsari sudah mulai dibuka,’’ tambah Kades Makarsari, Sapinah.

Menurutnya, Desa Mekarsari secara geografis memiliki lahan pertanian yang luas serta sumber mata pencarian masyarakatnya adalah petani sangat cocok untuk pengembangan agrowisata. Pengembangan potensi agrowisata itu dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda di desa tersebut. Konsep yang akan dikembangkan nantinya adalah semua dusun yang ada di Desa Mekarsari memiliki tema pengembangan wisata masing-masing. “Konsep yang akan kita kembangkan, wisata agro educam, yaitu wisata agro dan tempat camping,” katanya.

Dengan konsep ini, pengunjung yang datang ke desa itu diharapkan bisa berliburan sambil berpetualangan menikmati keindahan wisata agro. “Agrowisata yang akan dikembangkan adalah agrowisata yang terjangkau oleh masyarakat,” tandasnya. (ami)