Desa Wisata Butuh Dukungan Anggaran

Desa Wisata Butuh Dukungan Anggaran
WISATA : Jembatan kayu menuju Pantai Cemare Lembar Selatan butuh penanganan. (IST FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Barat mengapresiasi keinginan Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar mengembangkan 14 desa wisata yang kini sudah diidentifikasi.

Kepala Bappeda Lobar H. Baihaqi menyarankan agar 14 desa wisata ini bisa berjalan bersamaan pada 2018, khususnya dalam penganggaran penataan desa wisata terkait. “Bila perlu jangan dicicil, 14 desa wisata berjalan 2018 itu bagus,” ungkap Baihaqi saat membahas persoalan desa wisata beberapa hari lalu.

Disarankannya pula, pembahasan terkait desa wisata harus ada goal-nya. Artinya harus dipastikan betul bahwa anggarannya nanti masuk pada APBD Lobar. Jangan melulu dilakukan rapat, tetapi anggarannya tidak masuk. “Kemudian kita harapkan desa wisata itu dibuatkan semacam Perda atau Perbup,” sarannya.

Kepala Dispar Lobar Ispan Junaidi mengatakan, terdapat 14 desa wisata di Lobar. Di antaranya untuk Kecamatan Narmada yaitu Pakuan, Sesaot, Buwun Sejati, Suranadi dan Narmada. Kemudian Kecamatan Kuripan yakni Kuripan Selatan. Kecamatan Batulayar yakni Pusuk Lestari dan Senggigi. Kecamatan Lingsar yakni Desa Lingsar. Kecamatan Kediri yakni Desa Banyumulek. Kecamatan Lembar yakni Lembar Selatan. Kecamatan Sekotong yakni Gili Gede Indah. “Ke-12 desa wisata ini sudah ada Peraturan Bupati (Perbup)-nya (Perbup Nomor 41 Tahun 2016 Tentang Kawasan Desa Wisata). Untuk dua desa yang kita identifikasi baru-baru ini, belum masuk, yakni Desa Langko dan Kekait,” jelasnya.