Desa Sesaot Terima Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Menparekraf RI

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahudin Uno menyerahkan Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan kepada Kades Sesaot Yuni Hariseni di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf RI di Jakarta di hadapan 16 desa wisata se-Indonesia, Selasa (2/3/2021). (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Desa Sesaot salah satu dari 16 desa yang mendapatkan Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan di Indonesia.

Sertifikasi diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahudin Uno kepada Kades Sesaot Yuni Hariseni di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf RI di Jakarta di hadapan 16 desa wisata se-Indonesia, Selasa (2/3/2021).

Desa Sesaot pernah meraih Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 di Bidang Lingkungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kali ini, Desa Wisata Sesaot kembali mengharumkan nama Kabupaten Lombok Barat di tingkat nasional.

Kemenparekraf RI memberikan sertifikasi dan piagam penghargaan bagi 16 desa di seluruh Indonesia termasuk desa wisata Sesaot di mana desa ini berhasil lolos pada proses asesmen lapangan yang dilakukan oleh tim auditor dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 29- 30 November 2020 tahun lalu.

Dan dari 174 indikator yang dinilai dalam 4 bidang yaitu pengelolaan kelembagaan, sosial ekonomi, budaya dan lingkungan, Desa Sesaot mampu memenuhi secara keseluruhan.

“Dari 174 indikator Alhamdulillah bisa terpenuhi,” ujar Kades Sesaot Yuni Hariseni, Kamis (4/3) melalui press release Protokol dan Komunikasi Pimpinan Lombok Barat.

Kades Sesaot Yuni Hariseni (IST/RADAR LOMBOK)

Setelah melalui proses asesmen, kades dua periode itu kemudian diundang langsung menerima penghargaan dari Menparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno.

“Ada 16 desa wisata yang memperoleh sertifikat se-Indonesia, di Nusa Tengara Barat (NTB) sendiri ada 3 desa yang mewakili yakni Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Kemudian Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, dan ketiga Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur,” sebutnya.

Dia menambahkan dengan adanya pengakuan dari Kementerian berupa Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan tentunya menjadi motivasi dan penyemangat agar desa wisata Sesaot ke depan bisa lebih maju dan bisa memberikan dampak ekonomi buat masyarakat.

Selain itu, dia pun berharap dengan adanya asesmen dan perolehan Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan, tentunya Desa Sesaot lebih mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat, baik dalam promosi maupun yang lain.

“Tentu sinergi kita antara semua lembaga desa, para pengelola wisata dan para tokoh serta masyarakat dalam menjaga dan mempertahankan pengelolaan, sosial ekonomi, budaya serta lingkungan tetap dipertahankan,” tutupnya.

Di tempat terpisah Camat Narmada Muhammad Busyairi menyampaikan apresiasinya kepada Pemdes Sesaot yang telah berhasil meraih sertifikat dan piagam Desa Wisata Berkelanjutan dari Kemenparekraf RI.

“Kami ucapkan selamat untuk Pemdes Sesaot, pengelola wisata, dan masyarakat Desa Sesaot yang mampu mewujudkan desanya dalam memperoleh penghargaan demi penghargaan di tingkat nasional,” ucapnya.

Lanjut kata dia, masyarakat sekitar diharapkan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan hutan agar wisata terus berjalan dan berkembang. Sehingga tentu saja masyarakat yang akan merasakan dampaknya terutama dalam meningkatan ekonomi masyarakat. (*/RL)