Desa Medana Fokus Garap Wisata

POTENSI TERSIMPAN : Desa Medana memiliki objek wisata berupa pantai. Objek wisata ini akan dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat (Hery Mahardika/Radar Lombok)

TANJUNG – Desa Medana Kecamatan Tanjung Lombok Utara  mencanangkan program wisata. Salah satunya  akan menggarap potensi wisata pantai.

Desa Medana memilik objek wisata  pantai  di Dusung Karang Kates. Di lokasi ini juga ada  kelompok budidaya kerambe  dan kampung  nelayan Jambi Anom. Jika ini digabungkan, maka dua potensi bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Sebab, hasil tangkapan nelayan selama ini langsung dipasarkan.

Kepala Desa Medana Subianto Jaswadi kepada koran ini, Rabu kemarin  (11/1) Desa Medana yang sudah dimekarkan sejak tahun 2004 sampai saat ini terus melakukan pembenahan baik infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat. Dan dari hasil pemetaan, Desa Medana mempunyai dua potensi wisata, yaitu potensi wisata pantai dan pegunungan.

Dari dua obyek wisata itu, kata Subi, pada tahun 2017 pihaknya akan mengembangkan objek wisata pantai. Pihaknya sudah mengusulkan di APBDes  untuk penataan objek wisata ini seperti membuat berugak, tempat parkir, MCK, dan lapak. Dengan adanya fasilitas pendukung, ia meyakini akan memunculkan para wirausaha baru. "Di pantai ini didukung adanya kelompok kerambe dan nelayan. Sehingga nelayan yang ada disana bisa menjual ikan bakar segar seperti di Nipah. Sehingga mereka tidak hanya menjual hasil tangkapan langsung ke pasar," katanya.

Ia menerangkan, objek wisata pantai Karang Kates memang selama ini banyak dikunjungi. Karena, di pantai ini memiliki panorama tidak kalah menarik dengan pantai lainnya di Lombok Utara. Hanya saja, belum ditata secara maksimal.

Dengan adanya pengembangan seperti ini,  maka akan berdampak kepada para nelayan setempat. Kesempatan seperti ini akan  akan memberi manfaat yang besar bagi nelayan."Makanya kita akan buatkan lapak khusus para nelayan untuk menjual hasil tangkapan baik dibakar maupun mentah, " harapnya.

Dia yakin, kedepan objek wisata di Medana akan semakin berkembang. Apalagi lokasinya tidak jauh dari pusat kota Lombok Utara. Akses ke objek wisata ini juga sudah bagus. '' Bisa juga sehabis mereka berbelanja wisatawan menikmati ikan bakar di pantai Karang Kates sembari menikmati deburan ombak.Itulah yang kami rencanakan, " tuturnya.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

Untuk pengembangan objek wisata ini, pemdes akan bekerja sama  dengan BUMDes  dan  akan dibuatkan Perdes. Dengan adanya ini, pemuda juga bisa diarahkan kesana untuk kebersihan dan lahan parkir.

Selain itu, ada juga wilayah pegunungan yang direncanakan satu lokasi outbound di atas tanah milik masjid luas 5 hektar. Namun,  masih ada kendala sebagian masyarakat yang tidak setuju. Dan saat ini masih dibahas sembari berjalan.

Pihaknya juga akan fokus memperbaiki jalan dusun dengan rabat jalan. Saat ini di beberapa titik tinggal melanjutkan sisa pekerjaan sebelumnya. Yang paling parah ada di Dusun Gol sepanjang 1,5 km, pihaknya sudah mengusulkan ke pemkab. Karena,  anggaran desa tidak cukup yang hanya cukup skala rabat.

Selanjutnya, pengelolaan sampah yang akan dipusatkan di Dusun Teluk Dalem Ker. Ia sendiri sudah melakukan lobi dengan pihak ketiga maupun pemkab. Pihak ketiga sendiri akan langsung memberikan sosialisasi dan pelatihan sistem pengelolaan sampah baik organik maupun non organik. Sedangkan, dari pemkab akan meminta tanah aset seluas 25 are untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pengelolaannya. 

Di NTB ada enam desa yang terpilih sementara di Lombok Utara ada dua desa yaitu Rempek fokus pada biogas dan Medana akan fokus kepada kampanye kebersihan lingkungannya. Dan nanti pihaknya berencana akan memberikan karung sampah di masing-masing rumah warga desa setempat. "Sampah disini cukup tinggi dan belum ada TPS. Makanya kita ingin mengelola dengan memanfaatkan lahan aset tersebut," tandasnya.

Desa Medana sendiri, jelasnya, mempunyai sembilan dusun yaitu Karang Anyar, Nusantara, Jambi Anom, Teluk Dalem Keren, Teluk Dalem, Orong Kopang, Orong Rumput, Kopang dan Gol. Dengan jumlah jiwa 5.454 atau 1.753 KK. Mengacu dari luas penduduk dan jumlah penduduk, pada tahun 2016 pemerintah desa mendapatkan tiga sumber anggaran yaitu dana desa sebesar Rp 754 juta, alokasi dana desa Rp 1,04 miliar dan bagi hasil pajak Rp 190 juta. "Dan informasi pada tahun ini, Medana akan mendapatkan anggaran dana desa  sebesar Rp 911 juta sedangkan ADD dan bagi hasil pajak belum ada informasi dari pemda," pungkasnya.(flo)