Desa Kore Diterjang Banjir

BANJIR : Kondisi banjir di Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Jum'at siang (20/1).

BIMA – Bencana banjir seakan tak bosan-bosannya menyapa wilayah Kabupaten Bima.

Sekitar pukul 13.10 Wita, Jumat (20/1) Desa Kore Kacamatan Sanggar diterjang banjir. Ketinggian air mencapai 60 cm hingga 80 cm. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala BPBD Kabupaten Bima, H Taufik Rusdy, berdasarkan informasi yang ia terima, banjir menerjang wilayah Kore selama satu jam lebih. Ketinggian air bervariatif dan arus air yang cukup deras. "Tadi memang benar ada banjir di Kore. Tapi sekarang sudah surut," jelasnya, kemarin.

Menurut Taufik, tidak ada korban jiwa dalam banjir tersebut. Begitu juga halnya dengan rumah warga, tidak ada yang hanyut dan juga rusak. Padahal air yang mengalir dari arah pegunungan cukup deras. "Sumber air tersebut dari arah pegunungan. Alhamdulillah pemukiman warga hanya terendam. Tidak ada yang rusak dan hanyur," ujarnya.

Diakui Taufik, tim BPBD Kabupaten Bima sudah meluncur ke Kore. Untuk melakukan investigasi dan mendata rumah warga terdampak banjir. Menurut Taufik, kondisi gunung di sekitar wilayah tersebut sudah gundul. Sehingga tidak ada lagi pohon yang menahan air hujan dan akhirnya meluap ke pemukiman warga. Selain karena hutan yang gundul, intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi penyebab banjir tersebut.  "Hujan dibagian hulu lebat dan sasarannya pemukiman warga di bagian hilir," pungkasnya.

[postingan number=3 tag=”banjir”]

Di lain sisi,  anggota Komisi V DPR RI, Kamis (19/1) melakukan kunjungan ke beberapa lokasi terdampak banjir di Kota Bima. Seperti ke jembatan Kodo, jembatan Raba Salo Kelurahan Penato'i dan ke lingkungan pemukiman warga di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima.

Rombongan komisi V DPR RI tiba di Kota Bima sekitar pukul 14.15 wita. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi V Ir Fary Djemy Francis MMA disambut oleh Asisten I Setda Kota Bima Drs M Farid MSi. Rombongan tersebut beranggotakan lima anggota Komisi V. Diantaranya H Moh Nizar Zahro SH, Drs Umar Arsal, Syahrulan Pua Sawa, H Mahfudz Abdurrahman S Sos dan Drs H Musa Zainuddin.

Dari bandara, rombongan langsung menuju beberapa titik lokasi terdampak banjir. Kunjungan pertama mereka di lingkungan Kampung Sigi Kelurahan Paruga. Kemudian peninjauan lapangan ke Jembatan Kodo, dilanjutkan ke lingkungan pemukiman warga di Kelurahan Rabadompu Timur dan berakhir di Jembatan Raba Salo Kelurahan Penatoi.

Selain melihat kondisi Kota Bima pasca banjir, komisi V DPR RI juga melakukan pengecekan tindakan yang diambil pasca banjir tersebut. Misalnya pelaksanaan normalisasi sungai dan juga drainase. Kemudian kegiatan pembersihan sampah dan juga lumpur. Baik di lingkungan pemukiman warga maupun di fasilitas umum lainnya.

Ketua Komisi V DPR RI Ir Fary Djemy Francis MMA menjelaskan, kehadiran mereka untuk meninjau secara langsung kondisi Kota Bima pasca bencana banjir. Serta melakukan pengecekan sejauh mana penanganan yang dilakukan selama massa tanggap darurat. "Kami ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi Kota Bima setelah banjir itu. Dan kami ingin memastikan apakah selama massa tanggap darurat semua tahapan dilakukan dengan maksimal," tegasnya. 

Fary mengaku, penjelasan secara rinci belum mereka terima. Karena pertemuan dengan pemerintah Kota Bima dilakukan setelah mereka melakukan peninjauan lapangan. "Untuk laporan resmi dari pemerintah Kota Bima akan kami dengarkan dalam rapat evaluasi malam nanti," ujarnya Kamis sore. (yet)