Desa Kayangan Prioritaskan Sarana Kesehatan

ILUSTRASI KESEHATAN MASYARAKAT

TANJUNG -Pemerintah Desa/Kecamatan Kayangan memprioritaskan pembangunan pondok bersalin desa (Polindes) tahun ini.

Pemdes setempat menginginkan pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di empat dusun tersebut. Karena Desa Kayangan memiliki 12 dusun dengan jumlah penduduk sekitar 5 ribu jiwa lebih, secara letak geografis jarak tempuh ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kayangan cukup jauh. “Tahun anggaran 2017 ini, kami di desa memprioritaskan pembangunan Polindes sebagai layanan utama kesehatan masyarakat diperuntukan ke empat dusun di atas,” terang Kepala Desa Kayangan, Edi Hartono kepada koran ini, Jumat (13/1).

Pada pembahasan APBDes, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 225 juta untuk pembangunan sekaligus perlengkapan medis melalui alokasi dana desa (ADD) atau APBD kabupaten. Baru selanjutnya dana (DD) sebesar Rp 998 juta dialokasikan ke rabat jalan, penaludan, dan pembukaan jalan baru. “Ini menjadi prioritas kami untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kami yang ada di empat dusun tersebut,” tandasnya.

[postingan number=3 tag=”kesehatan”]

Untuk diketahui, di Desa Kayangan memiliki 12 dusun dengan letak geografis, empat dusun ada di bawah yaitu Lakukung, Lakorangan, Lande, Karang Ental ini berada di dekat puskesmas, sehingga tidak susah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kemudian empat dusun di barat yaitu, Rebakong, Ledang Batu, Sedutan, dan Beraringan. Masyarakat yang ada di empat dusun ini telah dibuatkan pos kesehatan desa (Poskesdes) yang dibuat Dinas Kesehatan, nanti di empat dusun 2 ribu jiwa yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan. “Tapi saat ini belum dioperasionalkan karena masih menunggu peralatan medis dan bidannya,” ungkapnya.

Baru selanjutnya, empat dusun yang ada di atas, yaitu Bagek Kembar, Ombak Mayung, Sejonggat, dan Tanak Muat dengan jumlah jiwa sekitar 1500. Selama ini, masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hanya bisa ke puskesmas. Jika ini sudah dioperasional, maka masyarakat bisa mendapatkan pertolongan awal. Terutama masyarakat yang melahirkan dan sakit ringan.

Pihaknya juga tidak sekedar memberikan pelayanan kesehatan. Pemdes juga memberikan pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat dari segi perekonomia, seperti pelatihan pengurus P3A, wirausaha baru, perwasitan, dan lainnya. Satu sisi juga, pihaknya memperbaiki sejumlah jalan-jalan dusun. Sehingga bisa dikatakan, Desa Kayangan memiliki angka kemiskinan sedikit, karena rata-rata masyarakat memiliki lahan persawahan yang luas dan hewan ternak, meskipun rumahnya kelihatan reot. “Tinggal kita berikan suport untuk mendukungan lahan pertanian mereka, dan ternaknya,” pungkasnya. (flo)