Desa Bonjeruk Tawarkan Tiga Paket Wisata

Desa Bonjeruk Tawarkan Tiga Paket Wisata
RESMIKAN: Wagub NTB Hj Siti Rohmi Djalilah bersama Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga didampingi Kadis Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal saat meresmikan desa wisata Bonjeruk Kecamatan Jonggat, Selasa (26/11).(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat kini resmi menjadi desa wisata. Pengembangan desa wisata di tempat itu bekerja sama dengan maskapai penerbangan AirAsia.

Untuk memajukan desa wisata tersebut, pihak desa menawarkan tiga paket wisata, seperti peket bersepeda, cooking class, dan walking. Ketiga paket wisata yang ditawarkan ini sebenarnya sudah lama diterapkan di Desa Bonjeruk. Respons wisatawan juga selama ini cukup banyak karena mereka senang menikmati pemandangan alam sekitar.

Wakil Gubernur NTB, Hj Rohmi Djalilah mengatakan, perkembangan desa wisata harus tetap dijaga dengan baik. Terutama dari segi kebersihan dan kesehatan masyarakat. Dengan begitu, maka para wisatawan juga akan merasa nyaman untuk mengunjungi desa wisata ini. Terlebih Desa Bonjeruk bekerja sama dengan pihak AirAsia menjalankan program JourneyD atau Journey for Development dalam pengembangan pariwisatanya. “Kalau lingkungan kita bersih, masyarakat kita sehat maka tamu yang akan datang akan merasa nyaman. Untuk itu, penting untuk menjaga kebersihan dalam mengembangkan Desa wisata ini,” pesan Rohmi saat meluncurkan Desa Wisata Bonjeruk, Selasa (26/11).

Kata Rohmi, sebagus apapun lokasi  wisata akan sulit bersaing jika tak didukung informasi dan teknologi. Untuk itu, pelaku wisata harus menguasai informasi dan teknologi jika ingin bersaing. Mengingat sekarang ini dunia seolah-olah berada dalam genggaman. ‘’Nah, bagaimana dunia dalam genggaman ini betul-betul bisa dimanfaatkan masyarakat. Kalau warga Bonjeruk menguasai informasi dan teknologi. Maka akan sangat gampang memanfaatkan kemampuan desa wisata ini. Kalau destinasinya sudah dikemas dengan baik, seluruh masyarakat kompak membangun Desa Bonjeruk dengan menonjolkan kelebihan yang ada dan menjaga kearifan lokal, maka ke depan perkembangan desa wisata akan semakin pesat,” terangnya.

Menurutnya, untuk mengembangkan desa wisata ini maka harus tetap mempertahankan kearifan lokal. Karena dengan kearifan lokal itulah menjadi kelebihan dalam mendatangkan pariwisata. Sehingga seluruh potensi yang ada bisa diketahui oleh dunia dengan sinergitas dalam mengembangkan teknologi ini.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga menimpali, peluncuran JourneyD sebenarnya dijalankan secara efektif pada Januari 2020. Para Allstar akan bekerja bersama para ahli untuk membangun kemampuan komunitas lokal di destinasi AirAsia, termasuk Lombok. Untuk mengembangkan penawaran wisata yang berbasis pada pelestarian budaya, warisan, dan lingkungan hidup. Hal ini mencakup pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal, peningkatan keterampilan komunikasi dan layanan, serta peningkatan standar keselamatan, kebersihan, dan pengelolaan limbah guna mencapai standar internasional. “Industri pariwisata tentu memiliki dampak terhadap ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan yang tidak dapat dihindari. Berangkat dari fakta tersebut, AirAsia berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dari segala aspek operasional kami,” kata Veranita.

Melalui JourneyD, sambungnya, pihaknya akan membantu komunitas lokal di destinasi utama yang mereka layani. Bantuan ini untuk mengurangi dampak pada lingkungan sembari melestarikan budaya lokal dan membantu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal. Program itu dirancang untuk menghadirkan pengalaman positif bagi masyarakat lokal, pelaku bisnis pariwisata, dan yang terpenting bagi wisatawan melalui pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab. “Indonesia memegang peranan penting di hati kami sebagai bagian integral dari jaringan kami. AirAsia tidak hanya berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas internasional dan domestik secara signifikan,’’ tambahnya.

Untuk mendukung Lombok sebagai salah satu dari lima tujuan prioritas utama yang ditetapkan pemerintah Indonesia, AirAsia ingin berkontribusi bagi masyarakat dengan mendukung komunitas lokal. Sehingga dukungan ini bisa berdampak baik dalam segala hal, termasuk pariwisata, ekonomi, dan penumpang AirAsia.

Kepala Desa Bonjeruk, Lalu Audia Rahman menimpali, desanya baru membuka tiga paket wisata. Tapi kunjungan wisatawan cukup banyak. Mereka lebih banyak menyukai jalan kaki menelusuri persawahan dan bebukitan di desa itu. “Ketika wisatawan datang dan melihat sawah serta masuk hutan- hutan mereka membawa kesan yang luar biasa. Kalau dengan tamu lokal memang sudah terbiasa makanya lebih banyak tamu dari luar negeri. Bahkan untuk kunjungan ini kami sudah ada kontrak dengan beberapa agen wisata,’’ kata Audia.

Diakuinya, destinasi wisata ini sudah digagas sekitar dua tahun lalu. Tapi baru berkembang satu tahun terakhir ini. Per harinya wisatawan mancanegara yang hadir mencapai 65 orang dan selalu ada peningkatan. “Paket ini baru kemarin-kemarin kita tawarkan. Sembari melakukan beberapa pelatihan seperti bahasa Inggris gratis dan lain sebagainya,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh Faozal, desa wisata Bonjeruk merupakan proses pembelajaran. Di tempat tersebut sudah ada paket yang bisa dipilih oleh para wisatawan yang datang. “Makanya kita sudah dorong menjadi desa model. Dan di Bonjeruk basisnya adalah agro, ada juga desa wisata yang basisnya berbeda-beda seperti di Sade dengan budayanya,” ungkapnya.

Disampaikan juga untuk desa wisata Bonjeruk, wisatawan bisa berkeliling untuk meliahat berbagai prodak lokal di tempat tersebut. “Kita berharap dengan adanya desa wisata ini menjadikan salah satu daya tarik bagi para wisatawan nantinya,” harapnya. (met)