Dermaga Apung Pelabuhan Bangsal Diperbaiki Tahun Depan

Dermaga Apung Pelabuhan Bangsal
RUSAK : Kondisi dermaga apung di Pelabuhan Bangsal dalam keadaan rusak. Perbaikan sudah diusulkan ke Kementerian Perhubungan oleh Kantor UPP Syahbandar Kelas III Pemenang. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kantor Unit Layanan Penyeberangan (UPP) Syahbandar Kelas III Pemenang sudah mengusulkan perbaikan dermaga apung Pelabuhan Bangsal yang kini mengalami kerusakan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Perbaikan diyakini bisa terealisasi pada tahun anggaran 2019.

Kepala Kantor UPP Syahbandar Kelas III Pemenang Madhi mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran perbaikan tersebut ke pemerintah pusat dengan kisaran anggaran Rp 2 miliar. Anggarannya khusus untuk perbaikan, bukan untuk pembangunan.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi, Penyeberangan Bangsal ke Tiga Gili Tetap Normal

Terkait teknis perbaikan tentu tergantung dari kajian tim pusat apakah bisa bertahan atau tidak. Yang jelas pengusulan itu untuk perbaikan. Sebenarnya Madhi menginginkan bisa dibangunkan dermaga permanen karena kondisi agak rentan terbentur ombak pinggiran. “Tetapi karena barangnya masih ada makanya diusulkan perbaikan,” tandasnya.

Upaya perbaikan sendiri pernah dilakukan dengan cara mengelas, namun perbaikan itu tidak ampuh, sebab dermaga apung merupakan bahan pabrikasi. Dengan kondisi rusak seperti ini tidak bisa dimanfaatkan oleh speed boat berukuran kecil. Akibatnya speed boat berukuran kecil langsung menurunkan penumpang ke pinggir. “DED perbaikan nanti akan turun dari pusat bentuk apa yang cocok,” katanya.

Pengusulan perbaikan ini dilakukan pada tahun 2018, sebab kerusakan terjadi pada Desember 2017 yang disebabkan hantaman ombak. Dalam pengusulan perbaikan, disisipkan juga pengusulan pembuatan atap jalan menuju dermaga apung tersebut karena kondisi saat ini atap tidak memadai dan membuat para penyeberang yang menunggu kepanasan. Ke depan pihaknya akan memberikan ruang batas keluar-masuk supaya bisa terkontrol. “Termasuk juga kita rencanakan tutup total, karena terminalnya cukup jauh, dan menunggu lama. Nanti dibuat pintu masuk dan keluar dengan ditempatkan tugas. Kondisi seperti sekarang bebas masuk. Nanti tidak boleh sembarangan masuk,” tegasnya. (flo)