Derby Dasan Agung, Baihaqi dan Ahda Nyoblos di TPS yang Sama

TPS 7: Calon Wali Kota Mataram, H Baihaqi (BARU) ketika mencoblos di TPS 7 Dasan Agung. (ali/radarlombok.co.id)

MATARAM—Pertandingan dua tim se kota, atau kalau dalam sepak bola lazim disebut “derby”, tersaji di Pilkada Kota Mataram.

Dua kandidat atau peserta Pilkada Kota Mataram yang berasal dari Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sama. Yaitu Calon Wali Kota Mataram nomor urut 4, H Baihaqi, dan Calon Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 3, H Badruttamam Ahda. Kedua pemuda terbaik dari Kelurahan Dasan Agung ini mencoblos di TPS 7 Dasan Agung.

Calon Wali Kota Mataram, H Baihaqi yang berpasangan dengan Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) datang lebih dulu pukul 08.10 Wita ke TPS. Didampingi istrinya, menggunakan batik berwarna cokelat. Baihaqi langsung menyalurkan hak pilihnya di bilik suara.

Berselang satu jam, Calon Wakil Wali Kota Mataram, H Badruttamam Ahda datang ke TPS. Ahda dan istri kompak menggunakan baju berwarna biru saat mencoblos. Keduanya cukup santai saat memasuki TPS.

TPS 7: Calon Wakil Wali Kota Mataram, H Badruttamam Ahda (MUDA) dan istri, saat mencoblos di TPS di TPS 7 Dasan Agung. (ali/radarlombok.co.id)

Usai mencoblos, H Baihaqi lega karena telah menuntaskan rangkaian tahapan Pilkada Kota Mataram. Termasuk tahap pencoblosan. Dirinya mengaku tetap optimis dengan hasil yang akan diraih.

‘’Optimisme memang harus. Saat ini kita sudah memulai memasuki pencoblosan pemungutan suara. Semoga berjalan baik dan lancar sesuai harapan kita semua. Prosesnya juga bisa berjalan jujur dan adil. Kami optimis pasangan BARU. Mudah-mudahan ada izin Allah untuk bisa memenangkan kontestasi ini,’’ terangnya, Rabu (9/12/2020).

Calon Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 3, H Badruttamam Ahda yang berpasangan dengan Calon Wali Kota HL Makmur Said (MUDA) itu mengaku lega setelah menyalurkan hak suaranya. Hasilnya diserahkan kepada Allah yang maha kuasa.

‘’Kita sudah berjuang dan bertekad berniat baik. Tentu ketentuan itu ada pada Alloh. Jadi kita serahkan apapun yang sudah kita laksanakan dan ihtiarkan bermuara pada Alloh,’’ katanya.

Setelah itu, Ahda mengaku sepenuhnya menanti keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram. ‘’Kita tunggu nanti real count dari KPU. Tapi kami juga memantau. Saksi kita juga kan sudah ada,’’ ungkapnya. (gal)