Depresi karena Menganggur, Tomi Gantung Diri

DISEMAYAMKAN: Jenazah Tomi Kijayana (26) warga Dusun Medain, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung saat disemayamkan, Selasa (14/9/2021). (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Nahas nasib Tomi Kijayana (26) warga Dusun Medain, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung. Ia ditemukan gantung diri di rumahnya sekitar pukul 14.00 WITA, Selasa (14/9/2021).

“Korban ditemukan sudah meninggal akibat gantung diri, sesuai keterangan saksi dari pihak keluarga bahwa korban depresi akibat menganggur,” ungkap Kapolsek Tanjung, AKP WB Cahyono.

Dalam kasus ini, Cahyono mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, di antaranya ibu kandung korban Raseni (46). Dan diketahui, korban gantung diri karena depresi akibat menganggur. Adapun barang bukti yang ditemukan oleh polisi di tempat kejadian berupa kain cokelat sepanjang 2 meter.

BACA JUGA :  Kemenkes Tinjau Kelengkapan Alkes RSUD Tanjung

Untuk kronologis kejadian. Saat itu sekitar pukul 13.30 WITA, Raseni pulang dari sungai kemudian melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri di rangka plafon kamarnya menggunakan kain cokelat. Setelah itu orang tua korban berteriak minta tolong. “Korban lalu diturunkan dari posisi tergantung dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Sektor Tanjung. Menerut keterangan keluarga, korban gantung diri akibat depresi karena belum memiliki pekerjaan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ada Sinergi Kuat, KEK Tanjung Kelayang Bakal Terealisasi Paling Cepat

Pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan visum ataupun auotopsi terhadap jenazah, dan sudah dimakamkan. “Pihak keluarga korban sudah ikhlas menerima dan sudah dimakamkan,” terangnya. (flo)