Densus 88 Tembak Mati Dua Teroris di Bima

Densus 88 Tembak Mati Dua Teroris di Bima
TERORIS : Jenazah dua terduga teroris yang tewas tertembak dalam kontak senjata dengan Densus 88 di Bima, Senin kemarin (30/10) tengah dievakuasi petugas. (Ist/)

MATARAM—Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror Maber Polri menembak mati dua terduga teroris di Bima.

Peristiwa ini terjadi dalam baku tembak antara Densus 88 dengan dua terduga teroris di Gunung Mawu Rite perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Densus 88 Mabes Polri dibantu oleh Polda NTB dan Polres Bima Kota terliabt  kontak senjata sekitar pukul 09.45 Wita. ‘’ Memang benar, saya dapat informasi dari Kapolres Bima Kota, ada kontak senjata dengan terduga teroris. Ada dua terduga teroris yang tertembak,’’ ujar Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin saat memberikan keterangan di Mapolda NTB, Senin kemarin (30/10).

BACA JUGA :  Ini Ciri-ciri Pelaku Perampokan Sadis di Toko Madu Kota Mataram

Tajuddin menyebut kedua pelaku ini memberikan perlawanan dan terjadi tembak menembak dengan aparat. ‘’ Namanya kontak senjata pasti ada perlawanan. Berarti ada tembakan intinya kan begitu,’’ imbuhnya.  

Hanya saja, pria yang baru menjabat sebagai Wakapolda NTB ini mengaku belum bisa memastikan terkait dengan identitas kedua terduga teroris yang ditembak mati ini. ‘’ Belum bisa kami sampaikan identitasnya. Masih perlu dilakukan konfirmasi lagi. Soalnya itu lokasinya jauh. Signal pun agak sulit disana. Nanti kalau sudah dapat informasi pastinya akan saya sampaikan,’’ katanya.

Namun Wakapolda memastikan bahwa kedua orang yang ditembak mati ini adalah anggota teroris. Polisi memiliki bukti-bukti atas keterlibatan mereka dalam aksi terorisme.  Keduanya didua  anggota kelompok Munandar yang merupakan jaringan Jamaah Ansarut Tauhid (JAT).Kini pihaknya tengah mendalami keterkaitan kedua pelaku dengan aksi penembakan dua anggota polisi Polres Bima Kota 11 September 2017 lalu. ‘’ Jelas itu anggota teroris. Karena kepolisian tidak mungkin akan bertindak tanpa bukti-bukti yang kuat. Kita tidak sembarangan jika tidak ada bukti. Apalagi ini Densus yang bergerak,’’ ungkapnya.

Dari informasi yang diserap koran ini  di lapangan, identitas kedua terduga teroris ini adalah Rahmat Fadul Jalal (23 tahun) dan Amirullah alias One Dance. Keduanya warga kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima. Kepolisian juga menyita beberapa barang bukti usai baku tembak ini. Diantaranya, 1 pucuk pistol rakitan dan 1 bilah parang Kalimantan.

Jenazah kedua pelaku akan dievakuasi. Dari informasi yang diserapkan koran ini, kedua jenazah  dibawa untuk diotopsi di Rumah Sakit Bhanyangkara (RSBH) Mataram. ‘’ Mau dibawa ke Jakarta atau disini (RSBH) saya belum tahu,’’ imbuhnya.  

Paska baku tembak yang menewaskan dua terduga teroris ini, Wakapolda memastikan situasi di Kabupaten Bima dan Kota Bima dalam keadaan aman dan kondusif. Warga tetap beraktivitas seperti biasa. ‘’Situasi aman,’’ singkatnya.(gal)