Densus 88 Bawa Sembilan Terduga Teroris ke Jakarta

Densus 88 Bawa Sembilan Terduga Teroris ke Jakarta
DIBAWA KE JAKARTA: Tim Densus 88 membawa sembilan terduga teroris menuju Jakarta. Nampak terduga teroris dikawal naik pesawat Garuda dari Bandara Internasional Lombok (BIL) ke Jakarta, Kamis sore kemarin (2/11). (Ist/)

MATARAM—Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap terduga pelaku terorisme.

Setelah menangkap lima orang orang terduga teroris di  Kelurahan Penato’i Kota Bima dan pegunungan Oi Sarume Dusun Mawu Dalam Desa Mawu Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima,  Densus 88 kembali menangkap empat orang yang diduga terlibat sebagai pelaku teror.  Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin mengatakan,  Densus 88 telah menangkap sebelas orang yang diduga terlibat sebagai pelaku teroris. ‘’ Jumlah semuanya itu sebelas orang yang ditangkap. Itu termasuk dua orang yang ditembak mati dan sudah diserahkan kepada pihak  keluarganya untuk dimakamkan. Berarti ada sembilan orang sekarang yang diamankan Densus 88 Mabes Polri,’’ ujarnya saat dikonfirmasi di Mapolda NTB, Kamis kemarin (2/11).

BACA JUGA :  Ngaku Anggota Buser Polres Lombok Utara , Maling Motor Diringkus

Sebelumnya, dua orang terduga teroris tewas dalam baku tembak dengan Densus 88. Keduanya adalah Muhammad Amirullah alias One Dance (37 tahun) dan Rahman Fadhlidzi Jalal alias Yaman alias Nya (27 tahun) warga Penatoi, Kecamatan Mpunda Kota Bima.   Pengembangan atas penembakan kedua teroris ini, ditangkap sembilan orang. Diantaranya berinisial IK,  JS,YA, AH, AR, TD, AU, DI.

Sembilan orang tersebut diamankan secara terpisah oleh Densus. Sebagian besar warga Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima. ‘’ Tidak bersamaan. Diambil satu-satu. Karena itu tadi, ditangkap dari hasil pengembangan. Diintrogasi dan menyebut nama si A. Ya si A itu kita ambil,’’ imbuhnya.   

Mereka lalu dibawa ke Jakarta oleh Densus.  Mereka akan menjalani pemeriksaan di Mako Brimob.  Status sembilan orang yang diamankan tersebut masih terduga. Densus 88, sesuai dengan kewenangannya mempunyai waktu selama tiga hari untuk menentukan status dari sembilan orang tersebut.  ‘’ Sore ini (kemarin) juga akan diterbangkan ke Jakarta oleh Densus. Tadi pagi perjalanannya dari Bima. Tujuannya ini untuk dilakukan pengembangan. Sembilan orang ini semuanya laki-laki,’’ katanya.

Tajudin memastikan bahwa satu dari sembilan terduga teroris yang ditangkap tersebut adalah pelaku (eksekutor) penembak anggota Polres Kota Bima 11 September lalu. Sementara yang lain terlibat dalam kasus lain. Misalnya, membantu melakukan kejahatan. Seperti memberikan informasi, menyiapkan logistik dan menyembunyikan pelaku teror selama ini. ‘’ Itu termasuk membantu semua. Ini kemungkinan tersangka semuanya,’’ ungkapnya.

BACA JUGA :  Cowok Pukuli Pacar di Taman Sangkareang Terekam CCTV

Kini polisi masih memburu Imam Munandar yang disebut-sebut sebagai otak dari pelaku teror ini. Imam Munandar  bersama Iqbal berhasil lolos saat baku tembak di pegunungan Oi Sarume Dusun Mawu Dalam Desa Mawu Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima Senin lalu (30/10). Wakapolda menegaskan, Imam Munandar masih menjadi Target Operasi (TO) kepolisian dan terus diburu. ‘’ Sampai kapanpun akan kita kejar. Karena datanya ada sama kita semua,’’ ungkapnya.(gal)