Denda Tidak Gunakan Masker Berlaku 14 September

Lalu Gita Ariadi dok/

MATARAM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

Dengan adanya peraturan daerah ini diharapkan masyarakat dapat disiplin
melaksanakan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 khususnya dalam menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sekretaris Daerah (Sekda)
selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi mengatakan, perda ini sedang disosialisasikan dan mulai diberlakukan pada tanggal 14 September 2020 mendatang. Jika masih ditemukan warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker maka dengan sangat terpaksa akan diterapkan sanksi denda. ”Sanksi tersebut semata-mata dimaksudkan untuk membentuk disiplin masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 serta dalam rangka menjaga keselamatan bersama dan kepentingan umum,” katanya dalam siaran persnya Minggu malam (6/9).

Gita menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti imbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Begitu juga kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya. ]]Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu data Gugus Tugas Provinsi NTB Minggu (6/9/2020), terdapat penambahan sembilan kasus baru positif Covid-19. Rinciannya, dua dari Kota Mataram, satu dari Lombok Tengah, satu dari Lombok Barat, satu dari Kota Bima, tiga dari Lombok Timur dan satu dari luar Provinsi NTB. Pada hari yang sama terdapat penambahan 16 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 serta terdapat penambahan satu kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2588 atas nama S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid. ”Dengan adanya tambahan sembilan kasus baru terkonfirmasi positif, 16 tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (6/9/2020) sebanyak 2.854 orang, dengan perincian 2.194 orang sudah sembuh, 169 meninggal dunia, serta 491 orang masih positif,” tambahnya.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 11.032 orang dengan perincian 377 orang (4%) masih dalam isolasi, 369 orang (3%) masih berstatus probable, 10.286 orang (97%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 21.329 orang, terdiri dari 1.463 orang (7%) masih dalam karantina dan 19.866 orang (93%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 74.632 orang,
yang masih menjalani karantina sebanyak 969 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 73.663 orang (99%).(rl)