Demokrat Siap Jadi Oposisi Pemberi Solusi

RAKOR: Ketua DPC Demokrat KLU Najmul Akhyar memimpin rakor Demokrat KLU, beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Partai Demokrat dengan kader terbaiknya gagal memenangkan Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020. Lantas bagaimana sikap Demokrat dalam mengawal pemerintahan Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan?

Terkait hal tersebut, Ketua DPC Demokrat KLU Najmul Akhyar mengaku bahwa partai berlambang mercy ini akan tetap berkontribusi kepada daerah melalui jalur-jalur kritis yang bersifat solusi. Jika ada perbedaan pendapat akan disampaikan sebagai mana mestinya. “Seperti tagline Demokrat, peduli dan memberikan solusi,” terangnya, Minggu (7/2) kemarin.

Najmul mengaku, memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Yakni 5 tahun menjadi Wakil Bupati KLU dan 5 tahun menjadi Bupati KLU. Artinya, sudah memahami kerja-kerja pemerintahan sehingga Demokrat akan hadir membantu pemerintahan dengan caranya. “Kami tetap oposisi tapi tidak sampai seratus persen atau full. Selama itu baik kita dukung, yang kurang baik kita berikan solusi,” imbuhnya.

Demokrat lanjutnya, memiliki empat kader di DPRD KLU. Salah satunya menempati kursi Wakil Ketua DPRD KLU. Keempatnya ditekankan agar memiliki kualitas berpikir dalam memberikan kontribusi ke daerah. Kemudian bagi kader yang tidak di legislatif agar tetap pula berkontribusi membantu masyarakat pada kondisi bencana ini. “Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus turun membantu masyarakat dalam bentuk apapun. Meskipun Demokrat tidak memimpin namun tetap berada di tengah masyarakat. Prinsip Demokrat, siap memimpin dan siap dipimpin,” tegasnya.

Terkait parpol koalisi dalam pilkada tentu kembali ke masing-masing partai. Apakah akan menjadi opisisi atau tidak. Yang jelas, Demokrat akan tetap membangun komunikasi politik dan akan menjadi mitra dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Parpol koalisi pada pilkada akan tetap kami bangun mitra dalam memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut terkait isu kudeta terhadap Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yodhoyono (AHY), ia menegaskan bahwa DPC Demokrat KLU tetap solid mendukung AHY. “Kami kepengurusan dan kader DPC Demokrat KLU tetap solid di bawah komando AHY selaku Ketua Umum DPP Demokrat yang dipilih melalui forum legal,” tegasnya.

Najmul mengaku tidak ada pihak-pihak tertentu yang menghubunginya terkait upaya kudeta itu. “Alhamdulillah, seluruh kader di DPC Demokrat KLU masih tetap solid, dan kami sepakat menghalangi faksi-faksi tersebut,” tegasnya.

Adapun terkait Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) di NTB memang akan digelar 2021. Soal tanggalnya masih menunggu arahan DPP.

Seperti diketahui, DPP akan mempercepat Musda dan Muscab setahun untuk mengantisipasi dipercepatnya Pilkada serentak pada 2022, seiring dengan pembahasan RUU Pemilu.  (flo)