Demokrat Santai Munculkan Cagub

MATARAM—Hingar binger bursa pencalonan gubernur dan wakil gubernur p[ada pilkada 2018 mendatang sudah mulai terasa. Namun demikian, Partai Demokrat tidak akan tergesa-gesa memunculkan calonnya.

“Kita bawa santai saja dan tidak ingin latah dengan tergesa-gesa,” ungkap Sekretaris Partai Demokrat NTB, Zainul Aidi, Selasa (19/7).

Pertarungan pilkada NTB 2018, dianggapnya masih terlalu jauh. Dalam kasus ini, Demokrat juga tidak akan tergesa-gesa mengarahkan corong dukungan.

Meski demikian, dia mengatakan, dalam Musyarawah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat NTB 2016 bakal segera dilaksanakan. Tidak menutup kemungkinan Demokrat akan melakukan pembahasan terkait persiapan menyongsong pertarungan pilkada serentak 2018 di NTB.

Katanya, ada 4 pilkada akan dilangsungkan serentak di NTB 2018 mendatang. Yakni, pilkada NTB, pilkada Lombok Timur, pilkada Lombok Barat dan pilkada Kota Bima. Terhadap hal ini, lagi-lagi Zainul Aidi menepis, jika hal tersebut terkait dengan kemungkinan figur bakal calon akan didukung dan diusung dalam pilkada NTB 2018.

"Kita belum akan berbicara figur bakal cagub. Tapi kita lebih bicara terkait konsolidasi, koordinasi dan penguatan struktur kepartaian hingga pengurus terbawah," ujarnya.

Saat ini menurutnya, Partai Demokrat NTB lebih fokus dan konsentrasi baik di eksekutif dan legislatif dalam menjalankan tugas dan amanah yang diberikan masyarakat NTB. Pihaknya tidak akan terlalu dini membicarakan dan membahas soal figur bakal cagub.

BACA JUGA :  Dipecat, Baijuri Bulkiah Protes

Terlebih, Gubernur NTB saat ini dijabat ketua DPD Partai Demokrat NTB. "Prinsipnya, kader Demokrat saat ini fokus bekerja bagi masyarakat," ucapnya.

Walaupun demikian, Dia mengatakan, dalam penentuan bakal calon kepala daerah akan didukung dan diusung, baik di pilkada Gubernur dan pilkada bupati/ walikota ada prosedur dan mekanisme harus dilaksanakan. Misalnya, harus ada survei internal untuk mengetahui tingkat elektabilitas dan peluang kemenangan calon kepala daerah didukung tersebut dan sejumlah tahapan lainnya.

Tak terkecuali, potensi koalisi dengan parpol lainnya untuk mendukung calon tersebut. Karena, Partai Demokrat NTB tak memiliki cukup kursi untuk mengusung pasangan calon sendiri, sehingga membutuhkan koalisi dengan parpol lainnya.

Terkait dengan ketua DPD Partai Demokrat NTB, Dr. TGH Zainul Majdi tak boleh mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur dalam pilkada NTB 2018. Aidi optimis bahwa Partai Demokrat memiliki cukup banyak kader yang berpeluang dan potensial didukung dan diusung dalam pilkada NTB 2018.

Dia berkeyakinan Partai Demokrat tak bakal kesulitan mempersiapkan bakal calon dipersiapkan untuk melanjutkan kepemimpinan pasca TGB kedepan. "Demokrat punya banyak kader berkualitas dan mumpuni memimpin NTB kedepan. Sehingga tidak ada kesulitan menentukan cagub," pungkasnya. (yan)