Demokrat Risih Manuver PKS

Ilustrasi Bacagub dan Bacawagub

MATARAM—Bakal calon gubernur (Bacagub), Zulkiflimansyah, dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub), Johan Rosihan yang merupakan kader PKS  terus melakukan manuver politik. Peluang dan kesempatan didukung dan diusung partainya, membuat dua politisi PKS tersebut aktif bermanuver.

Namun, manuver politik dilakoni dua kader PKS itu membuat Partai Demokrat risih. "Tentu kita risih dengan pola komunikasi politik yang dilakukan (Zulkiflimansyah dan Johan Rosihan)," kata Anggota Majelis Pertimbangan Partai Demokrat NTB, Khairul Rizal kepada Radar Lombok, Senin kemarin (6/3).

Bukan tanpa alasan pihaknya risih dengan manuver politik yang dilakoni kedua kader PKS tersebut. Di satu pihak, Bacagub PKS, Zulkiflimansyah sangat getol menyampaikan ingin menggandeng Rektor Universitas Hamzanwadi, Hj. Siti Rohmi Djalilah sebagai bacawagub dalam suksesi perebutan kursi NTB 1 dan NTB 2. Namun disisi lain, bacawagub PKS, Johan Rosihan, juga sangat getol di media massa memasangkan dirinya dengan tokoh lainnya.

"Menurut saya ini pola komunikasi tidak santun dan beretika," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur itu.

Meskipun disadari, merupakan hak dari kedua politisi PKS tersebut untuk membangun komunikasi politik dan menjajaki dengan siapapun. Baik parpol maupun figur tertentu untuk berkoalisi. Tak terkecuali, opsi paket Zulkiflimansyah-Siti Rohmi Djalilah, sangat getol disampaikan Bacagub PKS, Zulkiflimansyah.

"Membangun komunikasi politik dengan siapapun sah-sah saja, tapi yang elegan dan beretika. Jangan terlalu berisik di media," ungkap suami Hj. Siti Rohmi Djalilah tersebut.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Oleh sebab itu, ia meminta kepada PKS untuk menertibkan pola komunikasi politik dilakukan kedua kader tersebut. Sehingga pola komunikasi politik dilakukan lebih elegan dan beretika. “Tolong ditertibkanlah pola komunikasi kader itu," sebutnya.

Terpisah, Ketua DPW PKS Provinsi NTB Abdul Hadi mengatakan, partai sudah mempersilakan kepada kedua kader tersebut untuk membangun komunikasi politik dan menjajaki koalisi. Baik parpol maupun figur tertentu. "Komunikasi politik dilakukan kedua saat ini masih bersifat personal," imbuh Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB.

Sesuai juklak dan juknis dari DPP PKS, lanjut Hadi, nanti DPW PKS akan menyodorkan dua paket pasangan calon (paslon) kepada DPP. Akhirnya nanti, dengan berbagai pertimbangan dan kajian tingkat elektibilitas dan potensi kemenangan paslon, serta dukungan persyaratan parpol tetap akan menjadi acuan dan pedoman bagi DPP PKS di Jakarta dalam memutuskan dan menetapkan dukungan paslon.

 Karena itu, baik bacagub Zulkiflimansyah dan bacawagub Johan Rosihan diberikan kesempatan dan peluang membangun koalisi dan menjajaki koalisi. "PKS sudah menyodorkan dua kader terbaiknya. Tinggal siapa nanti dipilih. Itu tergantung komunikasi politik yang ada. Andai sudah rampung komunikasi politik, baru partai secara struktural ambil sikap," ucapnya.

Terkait risihnya Demokrat dengan manuver politik PKS,  Abdul Hadi enggan terlalu mengomentarinya. Namun, ia mengatakan, apa yang dilakukan kedua kader PKS itu sebagai bagian dari upaya mencari putra-putra terbaik di NTB untuk memimpin kedepan.

"Tentu kita ingin hasilkan adalah paslon terbaik, nanti dipilih menjadi pemimpin NTB," pungkasnya.(yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid