Demokrat Meradang Lihat APK Zul-Rohmi

Demokrat Meradang LIhat APK Zul-Rohmi
KONTROVERSI: Baliho paket ZulRohmi mengundang kontroversi di internal Partai Demokrat NTB. (Ist/Radar Lombok)

MATARAM–Alat peraga kampanye (APK) berupa baliho paket Zul-Rohmi membuat Partai Demokrat meradang.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, menyayangkan serta APK paket tersebut. Terlebih APK itu dipasang di sejumlah titik strategis di PUlau Lombok dan Sumbawa.

“Pemasangan APK paket Zul-Rohmi tersebut tanpa pernah ada konfirmasi pemberitahuan dan komunikasi dengan Partai Demokrat,” geramnya, Jumat (28/7).

Bagi Mahally, baliho paket Zul-Rohmi sangat tidak sah. Karena itu, pihaknya meminta agar baliho itu segera diturunkan dari peredaran.

Apa yang dilontarkan Mahally ini alasannya, karena tidak ingin ada asumsi dan opini seolah-olah paket ZulRohmi sudah final berpasangan. Dikhawatirkan hal tersebut membingungkan publik.

Katanya, Partai Demokrat tetap prioritaskan Siti Rohmi sebagai calon gubernur, bukan calon wakil gubernur NTB. “Ngapain jadi nomor dua. Kalau memungkinkan jadi nomor satu,” tandasnya.

Sementara itu, kandidat calon gubernur NTB, Dr. Zulkiflimansyah yang dikonfirmasi terkait pemasangan APK mengaku tidak tahu menahu. Ia mengatakan, pemasangan APK paket ZulRohmi merupakan inisiatif dari tim relawan dirinya untuk terus mengikhtiarkan berpasangan dengan Rektor Universitas Hamzanwadi Selong, Lombok Timur tersebut.

“Itu inisiatif relawan sebagai bentuk doa dan harapan,” kata anggota DPR RI dapil Provinsi Banten tersebut.

Ia menegaskan, dirinya masih memiliki peluang dan kesempatan terbuka lebar untuk meminang mantan ketua DPRD Lombok Timur tersebut. Sebelum paket pasangan calon didaftarkan sebagai kontestan di Pilkada NTB, peluang dan kesempatan berduet dengan Siti Rohmi masih terbuka lebar.

Apalagi mengingat  hingga saat ini belum ada satupun pasangan calon sudah final sebagai pasangan.  Karena itu, dirinya terus berupaya berkomunikasi dan menjajaki Siti Rohmi sebagai kandidat pendamping.

Katanya, PKS pun sudah mengamanahkan dirinya sebagai kandidat calon gubernur. Praktis, amanah dan kepercayaan tersebut harus dilaksanakan. (yan)